<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1446752041292303553</id><updated>2012-02-16T16:47:56.344-08:00</updated><category term='Artikel'/><category term='Merawat dan membungakan Adenium dan Euphorbia'/><title type='text'>asoka chinten</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://asokachinten.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>asoka chinten</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06583711643994095720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1446752041292303553.post-95321154902264245</id><published>2009-07-27T01:41:00.000-07:00</published><updated>2009-07-27T01:42:35.701-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Cara Merawat Sansivera</title><content type='html'>Tanaman Sansivera biasa juga disebut lidah mertua ini adalah favorit pecinta indoor plant.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Tanaman &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang satu ini karakternya cenderung menyukai kondisi kering daripada lembab. Karana punya sifat ini membuat sansiviera relatif tahan lebih lama berada dalam ruangan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;p&gt;Kunci utama agar tanaman ini mampu berumur panjang, adalah media tanam yang tepat. Pilih media tanam berupa pasir, sekam, pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 2:2:0,5:1. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Anda juga bisa menggunakan formula media tanam berupa pasir, sekam bakar, dan pakis, dengan perbandingan 1:1:1. Atau media berupa arang tumbuk, sekam mentah, kompos daun, cocopeat, dengan sedikit tanah. Media tanam ini akan menjamin kelancaran drainase sehingga suasana tidak lembap. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jangan lupa, beri styrofoam, kerikil kasar, pecahan genting/ bata di dasar pot untuk mengurangi risiko media menjadi padat dan menyimpan air terlalu banyak. Dan bila pertumbuhan tanaman mulai lambat atau media sudah mulai padat, lakukan penggantian media atau lakukan repotting. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Untuk penyiraman, Sansevieria tak perlu disiram terlalu sering. Cukup 2 kali seminggu atau bila media sudah terlihat kering. Pemupukan untuk jenis tanaman ini ditujukan untuk memacu pertumbuhan dan mengurangi stres setelah berada dalam ruangan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lakukan pemupukan dengan NPK 2:1:2 dengan cara ditabur atau disemprot. Pupuk tabur slow release (misalnya dekastar) dapat dilakukan setiap 6 bulan sekali. Pupuk semprot berikan 1-2 minggu sekali saat berada di luar ruangan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  Ketika berada di dalam ruangan, Sansevieria juga perlu dibasuh dengan obat pengilap daun. Obat ini bermanfaat untuk membersihkan debu, sisa pupuk, pestisida, dan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;hama&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Cukup gunakan sekali saja saat akan dipajang di dalam ruangan agar penampilannya jadi lebih menarik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1446752041292303553-95321154902264245?l=asokachinten.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asokachinten.blogspot.com/feeds/95321154902264245/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/cara-merawat-sansivera.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/95321154902264245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/95321154902264245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/cara-merawat-sansivera.html' title='Cara Merawat Sansivera'/><author><name>asoka chinten</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06583711643994095720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1446752041292303553.post-7053507144558883832</id><published>2009-07-27T01:36:00.000-07:00</published><updated>2009-07-27T01:37:11.274-07:00</updated><title type='text'>Merawat  Palem</title><content type='html'>Agar penampilan palem semakin menggoda, lakukan perawatan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyiraman&lt;br /&gt;Lakukan sesuai kebutuhan. Hindari jangan sampai menimbulkan genangan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemupukan&lt;br /&gt;Lakukan sebulan sekali selama musim penghujan. Di musim kemarau, pertumbuhan palem tidak aktif karena mengalami masa istirahat. Karena itu, tak perlu melakukan pemupukan. Berikan 0,5 - 1 kg NPK per tanaman jika tinggi tanaman kurang dari 2 meter; atau 1 - 2 kg NPK per tanaman jika tinggi mencapai 3 meter lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengepotan kembali&lt;br /&gt;Jika akar palem dalam pot sudah membentuk bola dan memenuhi seluruh volume pot, lakukan pengepotan kembali. Yang baik adalah di musim penghujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hama&lt;br /&gt;Yang sering adalah hama belalang (Valanga nigricans). Gejalanya, tampak gigitan tidak teratur di tepi daun, bahkan gigitan belalang bisa berkelanjutan hingga yang tersisa hanya tulang daun. Untuk mengatasinya, buang belalang yang ada di tanaman, bisa juga disemprot dengan 2 cc/liter Basudin 90 SC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit&lt;br /&gt;Yang sering adalah penyakit bercak daun. Penyebabnya cendawan Fusarium sp. atau gloesporium sp. Gejalanya, pada daun terdapat bercak kuning atau hijau. Lama-kelamaan, bercak ini meninggalkan bekas terang berwarna hitam, abu-abu, dan cokelat. Untuk mengatasinya, potong daun yang terserang. Tapi kalau serangan telanjur hebat, semprot dengan Difolatan 4F atau Dithane M45.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asuhan: &lt;b&gt;Hieronymus Budi Santoso&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1446752041292303553-7053507144558883832?l=asokachinten.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asokachinten.blogspot.com/feeds/7053507144558883832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/merawat-palem.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/7053507144558883832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/7053507144558883832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/merawat-palem.html' title='Merawat  Palem'/><author><name>asoka chinten</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06583711643994095720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1446752041292303553.post-8394348301872617684</id><published>2009-07-27T01:34:00.000-07:00</published><updated>2009-07-27T01:35:15.822-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Jenis-Jenis Palem</title><content type='html'>&lt;span class="CommentLarge"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;"&gt;Siapa tak kenal &lt;a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Buy_Sell/Special_Offer/?PostID=205314"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;pohon palem&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;? Hampir semua orang, tua-muda, mengenal tanaman satu ini. Mudah ditanam, gampang perawatannya. Jika dulu hanya ditanam di sekitar halaman rumah atau tanaman hias dalam ruangan, sekarang juga banyak ditanam di pinggir-pinggir jalan. Jenis &lt;a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Buy_Sell/Special_Offer/?PostID=205314"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;pohon palem&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;nya pun semakin beragam di pen&lt;a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Buy_Sell/Special_Offer/?PostID=205314"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;jual pohon palem&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; beragam jenis &lt;a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Buy_Sell/Special_Offer/?PostID=205314"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;palem&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; di pen&lt;a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Buy_Sell/Special_Offer/?PostID=205314"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;jual pohon palem&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang kita kenal. Beberapa di antaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;"&gt;&lt;strong&gt;- &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Buy_Sell/Special_Offer/?PostID=205314"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;&lt;strong&gt;Palem&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt; Kuning&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;"&gt;Memiliki nama latin Chrysalidocarpus lutescens, Hyophorbe commersoniana, Hyophorbe indica, Areca palm, atau areca lutescens. Tumbuhnya merumpun, setinggi 50-150 cm, batangnya bulat, beruas-ruas tertutup pelepah dan tangkai daun berwarna kuning keemasan (sedikit tercampur hijau). Daunnya majemuk melengkung dan tersusun dari helai-helai anak daun, serta terletak berpasang-pasangan pada ibu tangkai daun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- Palem Ekor Ikan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;"&gt;Disebut palem ekor ikan (caryota plumos) di pen&lt;a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Buy_Sell/Special_Offer/?PostID=205314"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;jual palem&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, karena bentuk daunnya mirip ekor ikan. Tepi daun beringgit seperti ekor ikan, kulit daun mengkilat dengan tulang-tulang daun yang menyirip. Warna daun hijau cerah, panjang 20 cm dan lebar 15 cm. Tinggi tanaman bisa mencapai 3 meter lebih.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- Palem Kol&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;"&gt;Sesuai namanya, &lt;a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Buy_Sell/Special_Offer/?PostID=205314"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;palem sadeng&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dari pen&lt;a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Buy_Sell/Special_Offer/?PostID=205314"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;jual pohon&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; ini punya daun berbentuk kipas dengan lipatan-lipatan bergelombang seperti daun kol (kobis). Bila ditanam di halaman rumah, tingginya bisa mencapai 3 meter. Panjang daun 40-50 cm, dan lebar 60-70 cm. Warna daun di bagian bawah hijau muda, sedang di bagian atas hijau.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- Palem Kipas&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;"&gt;Namanya (Livistona chinensis) di pen&lt;a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Buy_Sell/Special_Offer/?PostID=205314"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;jual palem&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; tak lepas dari bentuk daunnya. Yang setengah lingkaran mirip kipas terbuka. Garis tengah daun sekitar 30-50 cm. Palem ini merupakan salah satu palem yang paling tahan lama berada di ruangan. Bisa mencapai ketinggian 10 meter. Tampil cantik saat tanaman masih berada pada ketinggian kurang dari 2 meter.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- Palem Wregu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;"&gt;Bentuk daun palem wregu (Rhapis excelsa, R.aspera, R.humilis) di pen&lt;a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Buy_Sell/Special_Offer/?PostID=205314"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;jual pohon&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; hampir mirip dengan palem kipas, tapi warna daunnya hijau tua mengkilap. Bentuk batang bulat kecil, beruas-ruas seperti bambu. Batang yang masih muda tertutup serabut cokelat seperti rambut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- Palem Raja&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;"&gt;Palem raja atau &lt;a href="http://id.88db.com/id/Services/Post_Detail.page/Buy_Sell/Special_Offer/?PostID=205314"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;palem sadeng&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang banyak ditanam berasal dari Kuba, yakni Roystone regia, R.buringuena, dan R.elata. Palem ini juga dikenal dengan nama Royal palm. Bentuk batangnya kokoh, dengan tinggi mencapai 25 meter lebih. Biasanya ditanam sebagai penghias pinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- Palem Putri&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;"&gt;Seperti palem Raja, palem Putri sering ditanam di pinggir jalan. Bentuknya mirip palem Raja, namun warna daunnya lebih hijau dan lebih lebar. Palem ini didatangkan dari Madagaskar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- Palem merah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;"&gt;Keistimewahannya terletak pada pelepah dan tulang yang berwarna merah. Untuk mempertahankan warna merah tersebut, sebaiknya ditanam di tempat terbuka di seputar halaman. Palem merah memang asli &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;, antara lain bisa diperoleh di &lt;st1:place st="on"&gt;Kalimantan&lt;/st1:place&gt;, di hutan rawa dataran rendah sampai 500 meter di atas permukaan laut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;- Palem botol&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;"&gt;Penampilannya cukup memikat, batang bawah menggelembung, sedang batang atas menyempit, sehingga mirip botol. Pertumbuhannya lambat dan tajuknya sempit. Di antara sekian banyak jenis palem, palem botol selalu diburu konsumen, bahkan sering dijadikan simbol status sosial-ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Rockwell;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://langitlangit.com/"&gt;&lt;span style="color: windowtext; text-decoration: none;"&gt;http://langitlangit.com/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1446752041292303553-8394348301872617684?l=asokachinten.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asokachinten.blogspot.com/feeds/8394348301872617684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/jenis-jenis-palem.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/8394348301872617684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/8394348301872617684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/jenis-jenis-palem.html' title='Jenis-Jenis Palem'/><author><name>asoka chinten</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06583711643994095720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1446752041292303553.post-381172585133104308</id><published>2009-07-26T23:01:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T23:02:44.074-07:00</updated><title type='text'>Jurus Jitu Memilih Aglonema</title><content type='html'>&lt;span class="smalltype"&gt;Sebelum membeli aglaonema, ada baiknya kita paham dengan barang yang akan dibeli. Sebab pada dasarnya, beberapa aglaonema punya keunggulan dan ciri khusus. Menangani aglo lokal dan impor juga beda. Ada saran, jangan cuma lihat daun, tetapi juga kondisi akar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Membeli tanaman idola memang gampang-gampang susah, termasuk membeli aglaonema. Maklum, sebulan belakangan pamor aglaonema memang ‘naik pangkat’. Sebelum membeli aglaonema, sebaiknya kita paham dengan barang yang akan dibeli. Sebab pada dasarnya, beberapa aglaonema memiliki keunggulan dan ciri khusus, hingga tak jarang jika lengah berakibat pada penularan koleksi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, jika dispesifikasikan ada tiga kelompok besar aglaonema yang biasa didapat di pasaran, yaitu aglaonema lokal non silangan, lokal, dan impor silangan. Menurut Pakar Aglaonema Indonesia, Gregori Garnadi Hambali, saat ditemui di Banjarbaru Kalimantan Selatan (Kalsel) belum lama ini, sebenarnya ada lagi aglaonema lokal non silangan dari luar (umumnya dari Belandan dan Amerika). Hanya ketetatnya birokrasi dan sistematika pindah tangan, membuat jenis ini sulit untuk keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpenting adalah mengenal ciri yang ada pada beberapa golongan aglaonema tersebut. Selain berguna bagi proses pemeliharaan dan perawatan, tahap ini bisa meminimalisir kekecewaan pasca pembelian tanaman (karena cepat mati atau sering terserang penyakit). Aglaonema silangan impor, menurut Greg, jenis ini sering dengan perwujudan yang fantastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu ditandai dengan kemunculan warna-warna yang kontras, seperti kuning dan merah sampai warna solid salah satunya. Karena kebanyakan dihasilkan dari kultur jaringan (mayoritas produk Thailand sebagai negara pengimpor aglaonema terbesar di Indonesia), umumnya jenis ini memiliki daun yang lebih tipis ketimbang hasil budidaya biji. Namun keistimewaannya, jenis ini memiliki struktur permukaan daun yang lebih halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang beranggapan, daun yang tipis bisa jadi tebal ketika dibawa ke Indonesia. Pengaruh musim, diduga melatar-belakangi perkembangan daun ini. Secara umum, dalam hal estetika aglaonema impor silangan unggul jauh. Hanya karena dibudidaya secara instan dan tak melalui metode pemuliaan yang panjang, tak jarang jenis ini rentan penyakit. Tak jarang, jenis ini juga disebut-sebut pembawa wabah penyakit yang siap menular ke aglaonema koleksi lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berhati hatilah memberi aglaonema impor. Jika ragu, gunakan sistem karantina yang cukup sampai dirasa aglaonema steril dari penyakit. Sistem karantina bermacam-macam, bisa menggunakan desin-sektan atau memberi spase tersendiri aglaonema yang baru datang,” ungkap Greg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memastikan kesehatan tanaman, usahakan tak hanya melihat dari daun yang menarik, tapi juga akar dan batang bawah. Semakin banyak ditemukan kebusukan di akar dan batang bawah, makin tak sehat tanaman.&lt;br /&gt;Aglaonema Lokal Silangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis kedua adalah aglaonema lokal silangan. Jenis ini biasanya lebih tahan banting bila dibandingkan dengan jenis impor. Tak mau kalah dengan jenis impor, jenis lokal silangan sangat kuat dalam hal komposisi warna. Gradasi warna dasar dan baru, membuat motifnya menarik. Contoh paling mudah dapat kita lihat dari aglaonema silangan fenomenal Pride of Sumatera (POS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun yang tebal jadi keistimewaan selanjutnya, meski daun yang ada tak sehalus struktur daun jenis aglaonema selangan impor. Beberapa jenis juga sering rentan menderita sakit akibat virus. Penyusunan gen yang tak sempurna diduga jadi latar belakang fenomena ini. Namun secara umum, aglaonema silangan lokal jarang sakit seperti aglaonema silangan impor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski berembel-embel lokal, jangan meremehkan dalam hal harga. Pasalnya, jika dilihat dari perputarannya hasil silangan pertama jenis ini bisa dihargai sampai Rp 50 juta. Ini yang sering terjadi pada koleksi Greg yang dipinang kolektor lain. Memilih jenis ini yang berkualitas pada dasarnya sama dengan aglaonema impor silangan. Daun, akar, dan batang bawah jadi sorotan yang harus tak terlewatkan. Usahakan melihat akar yang telah tertancap di pot. Semakin banyak dan jarang busuk adalah pertanda tanaman sehat.&lt;br /&gt;Aglaonema Lokal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis terakhir adalah aglaonema lokal. Meski dulu jarang dilirik dan keberadaannya hanya difungsikan sebagai indukan, tapi kini pencinta jenis ini kian marak. Bahkan tak mau kalah, pemilik aglaonema yang kebanyakan didominasi warna hijau dan putih ini sudah berani unjuk gigi dengan mendaftar setiap kontes aglaonema digelar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jika kita membicarakan warna, jenis ini kalah telak dengan jenis silangan lokal maupun impor. Umumnya, jenis ini memiliki keunggulan di bentuk daun. Daun besar dan aneka bentuk lancip adalah bentuk yang sering dijumpai pada aglaonema lokal. Karena sering dijumpai dan sudah familiar hidup di Indonesia, jenis ini banyak ditemukan di mana-mana dan berjumlah banyak, sehingga dalam hal harga jenis ini tergolong paling murah ketimbang dua jenis sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di pasaran, aglaonema lokal yang sudah berusia dewasa sering dijual maksimal Rp 500 ribu (untuk tanaman yang belum menang kontes). Jika sudah merasakan gelar, harga naik jadi dua kali lipat sekitar Rp 10 juta per pot,” jelas M Zainudin, Kolektor dan Pecinta Aglaonema Lokal di Banjarbaru Kalsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat serangan penyakit dari virus dan bakteri, jenis ini paling tahan banting. Namun umumnya, jika melihat musuh alaminya, aglaonema lokal sering jadi santapan lezat serangga dan jamur, sehingga jika Anda memutuskan untuk membeli jenis ini, usahakan daun yang ada tak memiliki sedikit pun bekas jamur dan serangga atau telur-telur serangga yang biasa melekat. [adi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bedakan Lokal dengan Impor&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah ini diambil untuk membedakan mana jenis aglaonema lokal yang didatangkan dari luar negeri dengan proses kultur jaringan. Memang saat ini untuk aglaonema lokal mendapatkan apresiasi besar, terutama dari karya Greg Hambali. Namun masalahnya, produksi dalam negeri masih belum mampu memenuhi permintaan pasar yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab dengan cara pengembang-biakan secara tradisional, maka untuk mendapatkan bibit baru membutuhkan waktu yang lama. Sementara untuk melakukan pembiakan masal dengan kultur jaringan masih sedikit yang bisa membuatnya. Padahal proses kultur jadi satu-satunya cara pembiakan secara masal dan celakanya pelaku industri tanaman hias lokal kurang bisa menangkap peluang ini. Akhirnya, mau tak mau Thailand jadi tujuan utama mencari produk aglaonema yang dihasilkan oleh anak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung hasil aglaonema dari kultur jaringan melalui impor – meski dari jenis yang sama – tapi punya karakter berbeda. Untuk membedakan aglaonema lokal yang diperbanyak secara alami lewat stek maupun cangkok dengan aglaonema dari kultur jaringan, menurut M Siregar – Penghobi Tanaman Hias di Banjarmasin Kalsel, itu ternyata mudah. Wajar, karena bagi penghobi berpengalaman bukan hal sulit, tapi bagi pemula lain ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Paling gampang melihat struktur warna merah yang jadi ciri khas produk lokal,” tandas Siregar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk produk alami, warna merah yang muncul bisa cerah dan tegas, terutama untuk bagian belakang daun, tangkai daun, dan motif di permukaan daun. Kondisi ini berbeda dengan hasil dari kultur yang memiliki warna lebih pudar. Pudar di sini tetap memberikan kesan merah, tapi tak begitu cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya yang paling mudah dilihat adalah dari ukuran daun yang lebih kecil dibandingkan jenis lokal. Pembanding ini sulit, karena harus melihat dulu aglaonema lokal. Namun bisa juga dilihat dari daun tua yang ada di bawah. Bila daun tua jauh lebih kecil dari daun baru, itu jadi ciri khas dari hasil kultur jaringan. Namun jangan khawatir bila mendapatkan produk kultur, karena saat tumbuh tunas baru, maka kualitas anakan akan sama dengan aglaonema lokal. Sebab, sudah melalui perbanyakan secara alami. [wo2k]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menjadikan Aglaonema Berharga Mahal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patokan harga tinggi untuk beberapa jenis aglaonema, tentu berkaitan dengan urusan tampilan maksimal. Selama ini keberadaan aglaonema impor bisa disejajarkan dengan jenis lokal. Hanya varian untuk jenis impor lebih beragam, sehingga kehadirannya makin memperkaya khasanah tanaman hias Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada dasarnya, semua tanaman itu memiliki nilai ekonomi. Hanya untuk tinggi-rendahnya bergantung pada pesona yang ditampilkan,” imbuh Greg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk aglaonema jenis impor masih memegang kendali cukup kuat. Lantaran beragamnya jenis yang ditampilkan, sehingga konsumen pun mempunyai banyak alternatif untuk memilih, seperti harga aglaonema silangan dari Thailand yang memiliki nama pasar legacy, harga yang dipatok tergolong tinggi, yaitu Rp 500 ribu per tanaman atau bahkan harga ini bisa lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu bergantung pada tampilannya, dimana semakin berkarakter tentu akan berpengaruh pada nilai jualnya. Ini berkaitan dengan nilai estetika, tren, dan kelangkaan. Sepertinya, membuat tanaman tampil prima bukan jadi satu hal yang sulit dilakukan, dimana tampilan yang maksimal akan berdampak pada tingginya nilai ekonomi. Ingin tahu kiat membuat pesonanya tampil ciamik, baik untuk aglaonema jenis lokal ataupun impor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Khusus Penghobi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kriteria yang diperhatikan untuk membuat tanaman berharga mahal dengan tampilan optimal. Utamanya adalah masalah kelangkaan, keunikan, terawatt, dan tren – dimana penghobi di sini sebagai end user yang menilai tanaman bukan hanya dari harga, tapi lebih ke pesona tanaman keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Langka&lt;br /&gt;Faktor kelangkaan bisa memicu mahalnya tanaman. Kelangkaan ini bisa ditimbulkan dari sulitnya dikembang-biakan, masih sedikit yang menjual karena tak tren atau tanaman banyak, tapi penjualnya tak mau melepas. Jadi bisa dikategorikan sebagai langka di pasar dan langka, karena sulit dikembang-biakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Unik&lt;br /&gt;Semua tanaman unik dan tak memiliki perbedaan antara satu dengan yang lain. Tapi unik yang dimaksud adalah memiliki ciri khas mencolok dan berbeda dari aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pasaran dikenal istilah variegata dan mutasi. &lt;br /&gt;Kadang ada juga yang menyebut albino. Kebanyakan tanaman yang variegata dihasilkan dari biji. Mutasi adalah kelainan yang terjadi, karena campur tangan alam (penyakit karena virus atau faktor bawaan lain) atau campur tangan manusia. Biasa dikenal dengan rekayasa genetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perawatan Optimal&lt;br /&gt;Tanaman yang terawat baik akan memiliki bentuk yang baik dan sehat. Karena terawat, maka bentuk daun, batang, dan bunga jadi lebih indah. Tanaman yang mahal pun apabila tak terawat dengan baik akan berkurang nilainya. Misalnya, aglaonema yang daunnya rusak, pasti tak dihitung dalam penilaian. Itu berkaitan juga dengan keserempakan daun yang makin menambah nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Membaca Tren&lt;br /&gt;Seperti halnya fashion, tanaman punya tren sendiri. Saat tren turun, otomatis tanaman akan turun nilainya. Turunnya nilai bukan karena tanaman tersebut tak unik atau tak terawat, tapi mutlak karena hukum pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kenali Hukum Pasar&lt;br /&gt;Saat sedang tren atau memang langka, maka persediaan biasanya tak sebanding dengan permintaan. Sesuai hukum pasar, maka naiklah harganya. Ini wajar terjadi di dunia tanaman hias, berputar sesuai dengan siklusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagi Pedagang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak dapat dipungkiri, para pedagang lebih berharap pada profit oriented. Namun bukan berarti tak memperhitungkan kualitas barang. Inilah yang paling orang mau lakukan walau tak mudah melakukannya. Tanaman bisa dibuat jadi mahal apabila Anda mau mengerjakan hal-hal berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Merawat tanaman dengan baik&lt;br /&gt;Ini adalah mutlak. Tanaman yang terawat baik secara kasat mata akan indah. Walau hanya sekedar tanaman sansiviera yang biasa ada di pinggir jalan, kalau dirawat dengan baik pasti akan punya nilai yang lebih tinggi. Perawatan adalah dengan memberikan tempat yang baik (pot dan media), melakukan perawatan daun kalau tanaman itu punya nilai di daunnya, memberikan pupuk yang tepat, mengganti media saat dibutuhkan, dan terus mengecek kesehatan secara berkala. Dalam hal ini juga bisa dilakukan proses pembentukan, supaya bentuk lebih indah dan kompak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Koleksi tanaman unik dan langka&lt;br /&gt;Kadang tanaman jenis unik dan langka tak serta-merta harganya mahal saat membeli. Pemilihan tanaman unik bisa dilakukan dengan berkeliling di kebun pembibitan tanaman hias. Biasanya bibit unik bisa mulai terdeteksi saat usia seedling muda. Untuk tanaman langka bisa berburu langsung ke daerah yang bersangkutan. Tanaman langka biasanya sulit ditemukan di nurseri biasa. Kalau ada sedikit kenekatan dan modal, bisa saja langsung cari ke nurseri di luar negeri. Pembelian bisa lewat internet atau langsung ke lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pintar prediksi tren tanaman&lt;br /&gt;Dalam hal ini lebih mengandalkan kemampuan insting, yaitu dengan memperbanyak referensi tentang jenis tanaman, baik dari media ataupun komunitas yang banyak terbentuk di masing-masing kota. Hanya diperhatikan bahwa tren tanaman biasanya berputar. Jadi kalau ketinggalan tren – tak masalah – toh nantinya tanaman kita bisa terangkat naik.[santi]&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Sumber: http://tabloidgallery.wordpress.com)&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1446752041292303553-381172585133104308?l=asokachinten.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asokachinten.blogspot.com/feeds/381172585133104308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/jurus-jitu-memilih-aglonema.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/381172585133104308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/381172585133104308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/jurus-jitu-memilih-aglonema.html' title='Jurus Jitu Memilih Aglonema'/><author><name>asoka chinten</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06583711643994095720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1446752041292303553.post-351312356776142985</id><published>2009-07-26T22:49:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T22:51:40.949-07:00</updated><title type='text'>Cara Mendapatkan Giant  Adenium</title><content type='html'>&lt;span class="des_info"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Adenium berukuran besar hanya bisa didapatkan dengan syarat sebagai berikut : Berasal dari tanaman yang memiliki gen yang baik. Perlu diketahui bahwa seperti halnya manusia , adenium juga membawa gen-gen dari induknya. Tidak semua bibit adenium yang berasal dari biji adenium indukan yang sama, dapat tumbuh menjadi besar bahkan berukuran raksasa, meskipun berasal dari indukan yang sama. Sehingga pemilihan bibit yang berasal dari indukan yang terbukti baik sangat mutlak diperlukan. &lt;p&gt; Tips memilih bakalan adenium : Untuk memilih bibit, langkah yang harus dilakukan , ketika menyeleksi atau membeli sekumpulan bibit adenium dari kelompok induk yang sama, pertama pilih lah grup yang memiliki pertumbuhan paling bongsor dan sehat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; Pemeliharaan 3 tahun pertama sejak penyemaian merupakan saat-saat terpenting didalam memacu perkembangan dan pertumbuhan bibit adenium secara maksimal. Pemilihan ulang, cara pemeliharaan, faktor lingkungan berupa pemilihan media , ketersediaan unsur hara dan pemupukan , wadah yang sesuai , penyiraman , kelembaban dan intensitas sinar matahari merupakan kunci terpenting didalam upaya menggenjot pertumbuhan calon Adenium Raksasa kita. Kesabaran dan ketelatenan juga menjadi kuncinya. Di Indonesia banyak kita jumpai Adenium Giant Size berukuran raksasa yang usianya juga puluhan tahun, dengan tinggi mencapai 3.5 meter ataupun lingkar bonggol akar dan batang mencapai diatas 1 meter (dengan diameter rata-rata diatas 40 cm). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#cccc00;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;sumber : http://myadenium.com/tipstrick/tips_lengkap.php?jduL=CARA%20MENDAPATKAN%20GIANT%20ADENIUM&amp;amp;kd_tips=2 &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#cccc00;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Tips dari: Ibu Ratni - Klungkung &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1446752041292303553-351312356776142985?l=asokachinten.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asokachinten.blogspot.com/feeds/351312356776142985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/cara-mendapatkan-giant-adenium.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/351312356776142985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/351312356776142985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/cara-mendapatkan-giant-adenium.html' title='Cara Mendapatkan Giant  Adenium'/><author><name>asoka chinten</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06583711643994095720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1446752041292303553.post-7211056721631578219</id><published>2009-07-26T22:46:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T22:47:43.813-07:00</updated><title type='text'>Hama dan Penyakit Adenium</title><content type='html'>Pemeliharaan adenium kerap kali menghadapi cobaan yang membuat                      kita mengelus dada tidak hanya bagi pemula , tapi juga dialami                      oleh pekebun besar , meskipun tanaman adenium terhitung jarang                      terserang Hama dan Penyakit.&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;Upaya yang dilakukan untuk mencegah timbulnya Hama dan Penyakit adalah : secara eksternal dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar penanaman adenium , baik dari serangga , kotoran , ataupun gulma yang menjadi vektor hama dan penyakit. Pengawasan sejak dini akan kondisi lingkungan dan gejala-gejala awal, sangat penting didalam upaya mencegah sejak dini berkembangnya hama dan penyakit. Kelembapan media tanam dan lingkungan juga penting diupayakan , dengan pengaturan kondisi lingkungan dan pengaturan jarak tanaman akan mengakibatkan tanaman akan mendapatkan intensitas cahaya matahari yang cukup sehingga proses tumbuh dapat optimal.&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;Selain itu secara internal perlakuan terhadap tanaman , termasuk penyiraman , pemupukan sangat berpengaruh didalam perkembangan tanaman. Tanaman yang sehat cenderung jarang terkena penyakit.&lt;br /&gt;                    &lt;strong&gt;&lt;br /&gt;                    &lt;span class="SUBjudul"&gt;A. HAMA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                    &lt;span class="subsubjudul"&gt;a. Aphid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                    Hama ini berupa kutu berwarna kuning yang terdapat pada pucuk daun muda. Daun yang                      terserang akan tumbuh tidak sempurna dan cenderung mengeriting.                     &lt;br /&gt;                    Cara penanggulangan menggunakan                      insektisida , seperti Dursban, Demiter. Insektisida ini                      bersifat kombinasi antara contact killing dan nervous disturbing.                      Artinya , bila insektisida ini mengenai serangga , serangga                      akan langsung mati , tetapi jika serangga tidak mati kemampuan                      reproduksinya akan mati , sehingga bisa memutus siklus hidup                      serangga. Insektisida ini digunakan dengan cara disemprotkan                      ke bagian tanaman yang terserang aphid.                   &lt;p&gt;&lt;span class="subsubjudul"&gt;b. Nematoda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                    Umumnya nematoda terdapat di media tanam yang sering dipupuk                      kandang. Kerusakan tanaman pada tingkat yang parah disebabkan                      oleh sekresi air ludah yang diinjeksikan ke dalam tanaman                      saat nematoda menggigit atau memakan tanaman. Proses ini bisa                      menyebabkan kematian atau kekuatan akar dan tunas hilang ,                      terbentuk luka , jaringan tanaman membengkak dan pecah.&lt;br /&gt;                    Cara Penanggulangan                        nematoda bisa dilakukan dengan menyemprotkan/ menaburkan Furadan atau                        nematisida Dazomet 98% dengan dosis sesuai dengan anjuran.&lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;&lt;span class="subsubjudul"&gt;c. Fungus Gnat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                    Fungus gnat merupakan hama yang bentuknya menyerupai nyamuk                      berwarna hitam. Sasaran hama ini adalah bunga.&lt;br /&gt;                    Gejala :                      Bunga yang                      terserang ditandai dengan adanya bintik hitam di kuncupnya.                      Beberapa lama kemudian kuncup bunga akan membusuk dan gugur.&lt;br /&gt;Cara penanggulangan : menggunakan insektisida ,                      seperti dursban  atau Proleaf yang disemprotkan                      ke bagian tanaman yang terserang.&lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;&lt;span class="subsubjudul"&gt;d. Root Mealy Bug&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hama ini menyerupai kutu rambut , tetapi berwarna putih , dan umumnya dijumpai pada di media tanam yang lembap. Tanaman yang mengalami serangannya bisa mengalami layu pucuk disertai pembusukan akar.&lt;br /&gt;                    Cara Penanggulan : disarankan                      menggunakan gabungan nematisida , insektisida , dan fungisida ,                      seperti Diazinon dengan cara disiramkan ke media tanam karena sumber penyakitnya                      bersembunyi di dalam media tanam atau dengan mengganti seluruh media tanam dengan media                      tanam baru yang steril. Tanaman sebelumnya dicelukan ke rendaman larutan insektisida. &lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;&lt;span class="subsubjudul"&gt;e. Mealy Bug&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                    Mealy Bug merupakan kutu berwarna putih , dan dijumpai pada ketiak daun dan                      pucuk daun muda. Kutu ini mempunyai sejenis tepung. Serangan                      kutu ini menyebabkan pertumbuhan pucuk menjadi abnormal.                      Cara Penanggulangan : dengan menyemprotkan insektisida , seperti Proleaf atau Diazinon yang disemprotkan                      ke bagian tanaman yang terkena serangan.&lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;&lt;span class="subsubjudul"&gt;f. Semut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                    Semut sering bersarang di dalam media tanam atau di bawah                      pot , sehingga bisa merusak akar dan tunas adenium. Hal ini                      tentunya bisa mengganggu pertumbuhan adenium. semut merupakan vektor penyakit.&lt;br /&gt;                     Cara penanggulangan :  merendam sebentar pot adenium ke dalam air atau                      menyiramnya menggunakan obat antisemut.&lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;&lt;span class="subsubjudul"&gt;g. Spider Mite&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                    Hama berwarna merah ini senang bersembunyi di bawah daun dan                      ketiak daun.&lt;br /&gt;                    Gejala :                      Daun yang terserang akan berwarna kusam.&lt;br /&gt;                    Cara Penanggulangan :menggunakan akarisida , misalnya                      Kelthane.&lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;&lt;span class="subsubjudul"&gt;h. Thrips&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                    Kutu berwarna hitam ini bergerak cepat.&lt;br /&gt;                    Gejala : Dapat dilihat pada  bunga yang masih kuncup , sehingga bunga gagal                      mengembang dan menjadi kering.&lt;br /&gt;                    Cara Penanggulangan : dengan menyemprotkan insektisida ,                        seperti Detimer , yang disemprotkan ke bagian yang terkena                        serangan.&lt;/p&gt;                   &lt;p&gt;&lt;span class="Subjudul"&gt;&lt;strong&gt;B. PENYAKIT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                    &lt;/strong&gt;&lt;span class="subsubjudul"&gt;a. Busuk Akar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                    Busuk Akar merupakan penyakit yang dapat dialami oleh siapa                      saja , tidak mempedulikan apakah dia sangat berpengalaman ,                      ataupun pemula kecuali jika kita hanya menanam adenium dalam                      hitungan jari. Untuk mengetahui secara jelas penyebab , cara                      penanggulangan dan langkah-langkah penyelamatan dapat dilihat                      pada halaman&lt;a href="http://myadenium.com/hamapenyakit/busuk_akar.php" class="linkkecil"&gt; Pengobatan                      Busuk Akar Adenium&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;p&gt; &lt;span class="subsubjudul"&gt;b. Layu Pucuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                    Layu pucuk disebabkan disebabkan oleh jamur fusarium.&lt;br /&gt;                    Gejala : Bagian tanaman yang terkena Layu pucuk pada pucuk                      daunnya akan berwarna hitam dan membusuk. Jika adenium terserang                      pucuk , secara otomatis pertumbuhannya akan berhenti.&lt;br /&gt;                    Cara Penanggulangan : dengan menyemprotkan fungisida.&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                    &lt;span class="subsubjudul"&gt;c. Pomopsis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                    Penyakit yang menyerang permukaan daun ini sering muncul saat                      musim hujan.&lt;br /&gt;                    Gejala: Daun yang terserang akan berwarna kecokelatan dan                      membusuk.&lt;br /&gt;                    Cara Penanggulangan : dengan menyemprotkan fungisida&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber : http://myadenium.com/hamapenyakit/hamapenyakit.php&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1446752041292303553-7211056721631578219?l=asokachinten.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asokachinten.blogspot.com/feeds/7211056721631578219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/hama-dan-penyakit-adenium.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/7211056721631578219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/7211056721631578219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/hama-dan-penyakit-adenium.html' title='Hama dan Penyakit Adenium'/><author><name>asoka chinten</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06583711643994095720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1446752041292303553.post-362812149892000072</id><published>2009-07-26T22:43:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T22:44:41.935-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>MEMBUAT ADENIUM UNIK KREASI AKAR TERBALIK</title><content type='html'>&lt;span class="smalltype"&gt;Menanam adenium dengan akar di bawah &lt;i&gt;mah&lt;/i&gt; sudah biasa. Yang tidak biasa, menanam adenium dengan akar di atas. Ternyata menghasilkan tampilan adenium mempesona, unik dan eksperimental. Diam-diam banyak peminatnya. Tapi bagaimana membuatnya? Apa resikonya? Baca saja artikel ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;1. Akar balik merupakan kriteria yang paling eksperimental, tetapi digemari oleh hobiis yang bernyali besar untuk mentrain bonggol adeniumnya. Gaya akar balik ini mendominasi bonggol yang tumbuh alami di tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhannya yang cenderung lurus-lurus minim lekukan. Keputusan menggunakan gaya ini lebih pada kondisi bonggol akar yang kurang menarik ditanam dengan gaya yang mana pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya balik diperoleh dengan cara membalik akar, sehingga ujung akar akan berada di atas, sedangkan bonggol batanglah yang tertanam. bentuk-bentuk eksotis kerap muncul akibat bentuknya yang mengerucut mengecil ke ujung akar. Ditambah dengan kurva melengkung sedikit, mirip bilah keris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Training&lt;/i&gt; yang cukup berat ini kerap gagal, karena membalik proses pertumbuhan adenium secara drastis , terutama pertumbuhan tunasnya. Kerap juga bonggol tadi tumbuh tunas tetapi tidak membesar dalam jangka waktu yang sangat lama, bagai kerakap tumbuh di batu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cara mendisplay sebaliknya di balik vertikal, banyak yang mengadaptasikan dengan merebahkannya horisontal, tetapi kurang mnonjolkan kesan eksotisnya - tampak biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pada gaya balik ini jumlah akar tidak dibatasi, satu buah akar yang di balik dengan lenggokan seperti keris sudah memenuhi syarat. Lebih banyak akar akan menghasilkan pemandangan yang sangat eksotis. kombinasi ketinggian akar dari masing-masing akar akan menambah penilaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Persyaratan yang harus dipenuhi, akar haruslah mengerucut membesar dari bonggol batang yang ditanam, dan mengecil sampai ujung akar. Penggunaan akar yang lurus dengan besar yang relatif sama, tidak ditolerir karena tidak menunjukkan keindahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pertumbuhan tunas batang bisa dimulai dari bonggol akar, dan membiarkan bonggol-bonggol akar menjulang keatas. Diusahakan agar percabangan tidak mengganggu atau menutupi bonggol akar yang ada. sedapat mungkin diupayakan jika bisa menjadi latar belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Banyak hobiis menggrafting ujung-ujung akar. Hal ini juga diperbolehkan. resiko yang dihadapi hanya pada lambatnya pertumbuhan grafting.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7. Penggunaan wadah tanam/ pot, mengingat penanaman yang vertikal menjulang ke atas, sebaiknya dijaga kesembangannya dengan menggunakan pot yang agak dalam. Bentuk pot sebaiknya tidak terlalu lebar, 5 size diatas bonggol akar. Sehingga antara bonggol batang dan pinggir pot tidak menyisakan &lt;i&gt;space&lt;/i&gt; kosong yang terlalu banyak.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Potensi akar dibalik ini banyak dijumpai dimana-mana. Keberanian hobiis untuk mencoba-coba juga kerap terlihat, tetapi mengingat kriteria gaya akar dibalik belum lumrah, banyak kesalahan yang terjadi didalam mengimplementasikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Sumber: http://myadenium.com/&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1446752041292303553-362812149892000072?l=asokachinten.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asokachinten.blogspot.com/feeds/362812149892000072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/membuat-adenium-unik-kreasi-akar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/362812149892000072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/362812149892000072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/membuat-adenium-unik-kreasi-akar.html' title='MEMBUAT ADENIUM UNIK KREASI AKAR TERBALIK'/><author><name>asoka chinten</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06583711643994095720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1446752041292303553.post-4732572301843219538</id><published>2009-07-26T22:33:00.001-07:00</published><updated>2009-07-26T22:33:23.948-07:00</updated><title type='text'>Budidaya Tanaman Anthurium</title><content type='html'>PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Anthurium adalah tanaman hias tropis, memiliki daya tarik tinggi sebagai penghias ruangan, karena bentuk daun dan bunganya yang indah, Anthurium yang berdaun&lt;br /&gt;indah adalah asli Indonesia, sedangkan yang untuk bunga potong berasal dari Eropa.&lt;br /&gt;Di Indonesia tidak kurang terdapat 7 jenis anthurium, yaitu Anthurium cyrstalinum (kuping gajah), Anthurium pedatoradiatum (wali songo), Anthurium andreanum,&lt;br /&gt;Anthurium rafidooa, Anthurium hibridum (lidah gajah), Anthurium makrolobum dan Anthurium scherzerianum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERBANYAKAN&lt;br /&gt;Anthurium dapat diperbanyak dengan 2 cara, yaitu generatif (biji) dan vegetatif (stek).&lt;br /&gt;1. Perbanyakan dengan cara generatif (biji)&lt;br /&gt;Tanaman anthurium memiliki 2 macam bunga (Gambar 1) yaitu bunga jantan dan bunga betina. Bunga jantan ditandai oleh adanya benang sari, sedangkan bunga betina ditandai oleh adanya lendir. Biji diperoleh dengan menyilangkan bunga jantan dan bunga betina.&lt;br /&gt;Dengan menggunakan jentik, bunga sari diambil dan dioleskan sampai rata di bagian lendir pada bunga betina. Sekitar 2 bulan kemudian, bunga yang&lt;br /&gt;dihasilkan sudah masak, di dalamnya terdapat banyak biji anthurium. Biji-biji tersebut di kupas, dicuci sampai bersih dan diangin-anginkan, kemudian ditabur&lt;br /&gt;pada medium tanah halus. Persemaian ditempatkan pada kondisi lembab dan&lt;br /&gt;selalu disiram.&lt;br /&gt;2. Perbanyakan dengan cara vegetatif (stek)&lt;br /&gt;Ada 2 cara perbanyakan secara vegetatif, yaitu stek batang dan stek mata tunas.&lt;br /&gt;Cara perbanyakan dengan stek batang adalah memotong bagian atas tanaman (batang) dengan menyertakan 1 - 3 akar, bagian atas tanaman 'yang telah dipotong kemudian ditanam, pada medium tumbuh yang telah disiapkan (Gambar 2). Sebaliknya perbanyakan dengan mata tunas adalah mengambil satu mata pada cabang, kemudian menanam mata tunas pada medium tumbuh&lt;br /&gt;yang telah disiapkan (Gambar 3). Cara tabur biji dan stek disajikan pada&lt;br /&gt;Gambar 4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYIAPAN MEDIUM TUMBUH&lt;br /&gt;Berdasarkan kegunaannya, medium tumbuh dibagi menjadi 2 macam, yaitu medium tumbuh untuk persemaian dan untuk tanaman dewasa. Medium tumbuh terdiri dari campuran humus, pupuk kandang dan pasir kali. Humus&lt;br /&gt;atau tanah hutan dan pupuk kandang yang sudah jadi di ayak dengan ukuran ayakan 1 cm, sedangkan pasir kali di ayak dengan ukuran ayakan 3 mm.&lt;br /&gt;Humus, pupuk kandang dan pasir kali yang telah di ayak, dicampur dengan perbandingan 5 : 5 : 2. Untuk persemaian, medium tumbuh perlu disterilkan dengan cara mengukus selama satu jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYIAPAN POT&lt;br /&gt;Untuk menanam bunga anthurium, dapat digunakan pot tanah, pot plastik atau pot straso. Pot yang paling baik adalah pot tanah karena memiliki banyak pori-pori yang dapat meresap udara dari luar pot. Apabila digunakan pot yang masih baru, pot perlu direndam dalam air selama 10 menit. Bagian bawah pot diberi pecahan genting/pot yang melengkung, kemudian di atasnya diberi pecahan batu merah setebal 1/4 tinggi pot. Medium tumbuh berupa campuran humus, pupuk kandang dan pasir kali dimasukkan dalam pot(Gambar 5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMELIHARAAN&lt;br /&gt;Setelah tanam, tanaman dipelihara dengan menyiram 1 - 2 kali sehari. Daun yang sudah tua atau rusak karena hama dan penyakit, dipotong agar tanaman tampak bersih dan menarik. Sebaiknya tanaman ini dipelihara di&lt;br /&gt;tempat teduh karena tanaman tidak tahan sinar matahari langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : - Sariati, asisten Teknisi Litkayasa BPTP Karangploso&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1446752041292303553-4732572301843219538?l=asokachinten.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asokachinten.blogspot.com/feeds/4732572301843219538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/budidaya-tanaman-anthurium.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/4732572301843219538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/4732572301843219538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/budidaya-tanaman-anthurium.html' title='Budidaya Tanaman Anthurium'/><author><name>asoka chinten</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06583711643994095720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1446752041292303553.post-8904563230209394474</id><published>2009-07-26T22:32:00.001-07:00</published><updated>2009-07-26T22:32:32.471-07:00</updated><title type='text'>Kesalahan-Kesalahan Pemeliharaan Anthurium</title><content type='html'>Kesalahan-Kesalahan Pemeliharaan Anthurium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perawatan anthurium sebenarnya tidak membutuhkan langkah-langkah khusus yang sulit dilakukan, tetapi masih banyak para hobiis terutama pemula masih mengeluh bahwa Anthuriumnya mengalami gangguan penyakit hama atau jamur, daun kerdil dan pucat, terjadi kebusukan akar dan batang, tunas daun tumbuh abnormal, tangkai memanjang tidak seperti anthurium lain yang sejenis, tongkol tidak bisa jadi, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;Pada umumnya, berbagai gangguan tersebut di sebabkan beberapa kesalahan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Terlalu sering disiram&lt;br /&gt;Para penghobi biasanya terlalu sayang pada tanamannya dan melakukan penyiraman terlalu sering karena takut Anthuriumnya mengalami kekeringan. Memang pada bagian atas media terlihat cepat kering tetapi mereka tidak mengecek kelembaban media dibagian dalam. Hal ini bisa di antisipasi dengan menggunakan media tanam seporous mungkin dan melubangi sisi pot untuk kebutuhan udara pada akar. Anthurium hanya membutuhkan kelembaban yang terjaga, bukan media yang basah terus menerus. Anthurium bisa menyerap makanan melalui udara karena itu berikan media yang tidak terlalu padat untuk menjaga susunan udara pada media tetap terjaga. Sebelum menyiram anda bisa mencelupkan jari anda pada media, apabila terasa masih lembab sebaiknya penyiraman ditunda dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Takut memotong bagian tanaman yang sakit&lt;br /&gt;Jika mengalami gangguan seperti daun timbul bercak yang cukup parah, para penghobi merasa sayang untuk memotong bagian yang sakit. Mereka melakukan pengobatan berharap daun yang sudah rusak ( kuning,kering ) kembali menjadi hijau. Perlu diperhatikan jika kerusakan sudah parah sebaiknya langsung di potong saja, karena penyebaran penyakit sangat cepat terutama jenis jenmanii. Anthurium yang sakit akan mengakibatkan pertumbuhan yang lambat, jadi lebih baik anda tidak ragu untuk memotong bagian yang sakit tetapi tunas baru bisa tumbuh lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Takut untuk mengecek kesehatan akar&lt;br /&gt;Seringkali hobiis takut membongkar media untuk mengecek kesehatan akar Anthurium, mereka terlambat membongkar media dan kebusukan akar sudah parah, pada tingkat parah kebusukan akar bisa dilihat dengan pertumbuhan yang berhenti dan daun lama mulai menguning. Akar yang sehat sangat penting bagi optimalnya pertumbuhan Anthurium, apabila akar terlalu sedikit dan masih dalam penyembuhan nutrisi akan digunakan untuk tumbuhnya akar dulu, sehingga pertumbuhan tunas akan berhenti sampai akar tumbuh cukup banyak. Jadi lakukan pengecekan akar secara berkala dan jangan takut kalau Anthurium akan stress apabila dibongkar medianya, yang penting menjaga akar tidak putus ketika media di bongkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ragu untuk melakukan repotting&lt;br /&gt;Ukuran pot harus selalu disesuaikan dengan besar tanaman, umumnya para hobiis membiarkan Anthurium tumbuh besar tetapi pot tidak diganti. Yang terjadi akar tidak bisa tumbuh bebas dan saling membelit satu sama lain karena pertumbuhan akar sudah menyentuh batas tepi pot, hal ini menyebabkan Anthurium terganggu pertumbuhannya terutama pada ukuran induk yang menghambat pertumbuhan tongkol. Lakukan repotting ketika akar sudah menyentuh tepi pot, hati-hati jangan sampai teralu banyak akar yang putus, ganti media tanam lama dengan yang baru dan sterilkan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ingin yang serba praktis&lt;br /&gt;Anthurium berharga mahal tentu saja hanya dimiliki oleh kalangan berduit yang tentu saja menjalani kesibukan dalam rutinitas sehari-hari. Umumnya mereka hanya memberikan pupuk kimia yang praktis dalam kemasan dan meninggalkan pemakaian pupuk organik. Dan biasanya karena ingin Anthurium cepat tumbuh besar mereka memberi pupuk kimia terlalu banyak/over dosis. Pupuk organik juga dibutuhkan untuk lebih cemerlangnya tampilan daun Anthurium ataupun produktivitas tongkolnya, dan terjadinya over dosis pada pemberian pupuk kimia sangat fatal akibatnya. Tetaplah memakai pupuk organik dan pergunakan pupuk kimia sesuai dosis yang dianjurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tidak bisa bedakan variegata dan penyakit&lt;br /&gt;Seringkali karena melihat warna daun yang kuning atau putih samar para hobiis mengira bahwa tanamannya mengalami mutasi menjadi variegata. Nah beberapa hari kemudian mereka baru menyadari bahwa itu disebabkan gangguan hama, jamur atau kekurangan unsur yang dibutuhkan. Ini masih sering terjadi terutama pada pemula yang memang belum tahu tentang variegata yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Lupa untuk menjemur di sinar matahari&lt;br /&gt;Bagi para penghobi yang belum punya green house yang memenuhi syarat dengan naungan shading net, umumnya anthurium diletakkan di teras atau dalam ruangan yang teduh di dalam rumah. Apalagi dengan banyaknya kasus pencurian anthurium mereka takut anthuriumnya hilang dan selalu menempatkan didalam ruangan tanpa memperhatikan kebutuhan sinar matahari untuk fotosintesis. Rajin-rajinlah menjemur Anthurium di pagi hari semakin sering semakin baik, untuk menjaga kesegaran warna dan tumbuh roset sesuai harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Terlalu rajin mengkilapkan daun&lt;br /&gt;Karena ingin Anthuriumnya selalu tampil bersih dan indah, para hobiis mengkilapkan daun dengan cairan pengkilap kimia dengan intensitas terlalu sering. Untuk pengelapan sehari-hari sebenarnya cukup menggunakan air bersih ( air mineral kemasan ) atau air biasa yang sudah diendapkan. Pengkilapan dengan cairan khusus cukup dilakukan dua minggu sekali atau sebulan sekali. Jika terlalu sering akan mengakibatkan terhambatnya proses asimilasi dan fotosintesis pada stomata daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Pengobatan yang tidak sesuai penyebabnya&lt;br /&gt;Para penghobi masih banyak yang belum tahu perbedaan penyakit yang disebabkan jamur, ulat, serangga, bakteri ataupun kurang nutrisi. Sehingga banyak yang melakukan pengobatan tidak sesuai yang menyebabkan penyakit tidak kunjung terobati. Kenali dulu penyebabnya dan gunakan fungisida, bakterisida, insektisida atau pemberian nutrisi yang cukup. Ada juga yang menggunakan antiseptik untuk mengobati penyakit Anthurium, sebenarnya hanya berpengaruh sedikit pada bakteri saja tidak bisa menghilangkan sepenuhnya bakteri, jamur, cendawan ataupun ulat dan serangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : &lt;a href="http://tikotea.000webhost.info/nur_more.php?page_detil=4" target="_blank"&gt; tikotea.000webhost.info &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1446752041292303553-8904563230209394474?l=asokachinten.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asokachinten.blogspot.com/feeds/8904563230209394474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/kesalahan-kesalahan-pemeliharaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/8904563230209394474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/8904563230209394474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/kesalahan-kesalahan-pemeliharaan.html' title='Kesalahan-Kesalahan Pemeliharaan Anthurium'/><author><name>asoka chinten</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06583711643994095720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1446752041292303553.post-4485106756259077740</id><published>2009-07-26T22:27:00.001-07:00</published><updated>2009-07-26T22:27:39.124-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Pengendalian Hama Tanaman Adenium</title><content type='html'>Tanaman adenium selama pertumbuhan dan perkembangannya seringkali mendapatkan serangan hama. Timbulnya serangan hama ini tidak lepas dari faktor: (1) sumber makanan yang tersedia, dalam hal ini adalah tanaman itu sendiri dan gulma, selanjutnya (2) lingkungan, dalam hal ini musim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kedua persyaratan di atas tidak terpenuhi, maka hama tersebut tidak akan berkembang biak. Ditinjau lebih mendalam, hama yang menyerang tanaman adenium terbagi 2 musim, yaitu hama musim kemarau dan hujan. Hama yang muncul pada musim kemarau: (1) Spider Mites, (2) Thrips, (3) Mealybug dan (4) Root Mealybug. Sedangkan hama yang muncul di musim hujan adalah Fungus Gnats.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai catatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hama-hama musim kemarau akan selalu ada bila tanaman adenium yang dibudidayakan dipelihara di dalam rumah plastik walaupun berada di musim hujan, karena selain sumber makanan tersedia, lingkungan yang panas/hangat juga mendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan cara manual dengan pencabutan dengan tangan atau dengan menggunakan bahan kimia dengan menggunakan herbisida sistemik dengan bahan aktif Glifosat sesuai dengan konsentrasi anjuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengendalian hama dengan cara kimiawi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spider Myte -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agrimec/Bamex/Schumec (bahan aktif Abamectin)         : 0,25 - 0,5 ml/L&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelthane/Dicofan (bahan aktif Dicofol)                          : 0,5 - 1 ml/L&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demiter/Samite (bahan aktif Pyridaben)                        : 0,5 - 1 ml/L&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talstar (bahan aktif Bifentrin)                                      : 0,5 - 1 ml/L&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitac (bahan aktif Amitraz)                                          : 0,5 - 1 ml/L&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thrips dan Mealybug&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegasus (bahan aktif Diafentiuron)                               : 0,5 - 1 ml/L&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Confidor/Winder (bahan aktif Imidacloprid)                    : 1 ml/L&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metindo (bahan aktif Metomil)                                      : 1 g/L&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regent (bahan aktif Fipronil)                                        : 1 ml/L&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agrimec/Bamex/Schumec (bahan aktif Abamectin)          : 0,25 - 0,5 ml/L&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Root Mealybug&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diazinon/Sidazinon (bahan aktif Diazinon)                      : 0,25 - 0.5 ml/L  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dursban (bahan aktif Chlorpyrifos)                                 : 0,25 - 0,5 ml/L&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungus Gnats&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agrimec/Bamex/Schumec (bahan aktif Abamectin)          : 0,25 - 0,5 ml/L&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trigard (bahan aktif Cyromazine)                                  : 0,25 - 0,5 g/L&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calypso/Provado (bahan aktif Thiacloprid)                      : 0,5 - 1 ml/L&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila terjadi serangan berat, kecuali Root Mealybug, penyemprotan dilakukan 1 minggu 2 kali selama 2 minggu, selanjutnya 1 minggu 1 kali untuk perawatan biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyemprotan hama disesuaikan dengan hama yang dominan muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Root Mealybug, penyiraman insektisida dilakukan 1 - 2 bulan sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengendalian Root Mealybug selain dengan menggunakan insektisida adalah dengan  mengganti media tanam setiap 6 bulan sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Yudha Hartanto, MSi., diolah dari berbagai sumber)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1446752041292303553-4485106756259077740?l=asokachinten.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asokachinten.blogspot.com/feeds/4485106756259077740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/pengendalian-hama-tanaman-adenium.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/4485106756259077740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/4485106756259077740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/pengendalian-hama-tanaman-adenium.html' title='Pengendalian Hama Tanaman Adenium'/><author><name>asoka chinten</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06583711643994095720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1446752041292303553.post-4399157196145750405</id><published>2009-07-26T22:25:00.001-07:00</published><updated>2009-07-26T22:25:39.819-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Perawatan Aglaonema dari Serangan Jamur dan Bakteri</title><content type='html'>IV. Perawatan dari serangan jamur dan bakteri&lt;br /&gt;Serangan jamur dan bakteri, merupakan dua hal yang paling ”menakutkan” terhadap aglaonema kita. Serangan penyakit ini memang tidak diundang, dan sebab-sebabnya juga bisa bermacam-macam yang tentu tidak bisa dilihat. Sehingga tindakan pencegahan / preventif lebih utama dari pada mengobatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang penularannya dari sesama aglaonema yang sakit, atau dari tanaman lain sekitar lingkungan tempat kita, atau yang melalui media yang asam, bisa juga dari pengaruh penularan melalui tangan yang telah menyentuh tanaman lain yang sakit.&lt;br /&gt;Untuk tindakan pencegahan / preventif, kalau dilihat dari literatur Bao De ini sendiri (en.baode.cc), dari hasil penelitian Unversitas California Amerika, menghasilkan diantaranya, baode memiliki kemampuan untuk bisa melakukan tindakan preventif untuk pencegahan dari serangan jamur dan bakteri. Seperti tertulis dari pihak bersangkutan: ”……Prevent and resist diseases, promote crops to grow. BDTM fungus through the competition of space and nutrition, suppress harmful microorganism such as pathogen to breed; through resisting function, kill or suppress pathogens, form a biological barrier in root border, prevent the invasion of pathogens, fixing, play a role in reducing disease (especially the soil-spread disease). Test by The American California University, it indicates BDTM can prevent the following germinas and virus from infract crops: Bacterium: Erwina Hrysanthemi, Clavibacter Michiganense, Pseudomonas Solanceraum, Xanthomonas, Erwinia Carotovora, Pseudomonas Syringae, Eriwinia Carotovoral Subsp Carotovra, Xanthomonas Campestris Pv Oryzae, Pseudomonas Syringe Pv, Lachrynians. Epiphyte: Aspergillus, Chaetomium sp., Phytophthora Citrophthora, Phytophthora parasitica, Phythium Ultimum, Phytophthora cinnamomi, Bipolairs sp., Colletotrichum Magna, Verticillium Albo-atrum Phytophtora Cactorum, Rhizoctonia Solani, Verticillium sp., Pyrhium Aphanidermatum, Sclerotium Rolfsii Fusarium Oxysporum, Cephalosporium sp., Phytophthora Cirticola, Verticillium Dahliae, Fusarium Oxysporum f.sp.niveum, Pellicularia Sasakii,Phytophthora Parasiti Virus: Tobacco Mosaic virus, Potato virus, Cucumber Mosaic virus, etc……&lt;br /&gt;In the pathogen above, a great part is a pathogen of the main disease of crops…….”&lt;br /&gt;(sumber &lt;a href="http://en.baode.cc/" target="_blank"&gt;http://en.baode.cc&lt;/a&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bukan merupakan jaminan, karena Baode tidak dibuat sebagai anti jamur atau anti bekteri (obat anti bakteri/jamur pun tidak menjamin juga). Akan tetapi, selama ini, penggunaan anti jamur dan anti bakteri di tempat kami, bisa dibilang tidak menggunakannya, kami berusaha untuk “mengandalkan” support lain dari baode saja, dan hasilnya bisa dibilang support untuk pencegahan.&lt;br /&gt;Bagi pembaca yang mau dan lebih yakin dengan anti jamur dan bakteri dipasaran, berikut saran dari kami (kalau boleh disarankan):&lt;br /&gt;Untuk tindakan pencegahan baik terhadap jamur mapun bakteri, gunakanlah 2 minggu sekali atau sebulan sekali dengan dosis setengah dari yang tertulis di produk.&lt;br /&gt;Untuk pencegahan, gunakan anti jamur (fungisida) atau anti bakteri (bacterisida) yang bertuliskan NON SISTEMIK dalam kemasannya. Untuk katagori non-sistemik ini memang diperuntukkan untuk pencegahan terhadap serangan penyakit kepada aglaonema yang sehat jadi bukan untuk menyembuhkan!.&lt;br /&gt;Untuk pengobatan aglaonema yang telah terserang penyakit oleh sebab atau jamur, harus diperhatikan ciri-ciri serangannya, apakah oleh sebab jamur atau bakteri, jangan sampai penyakit karena jamur mengobatinya dengan bacterisida juga sebaliknya. Untuk itu silahkan cari referensi yang lebih ahli agar serangan penyakit benar-benar bisa dideteksi sebab-sebabnya, agar menggunakan obatnya bisa tepat sasaran. Jamur-kah atau Bakteri-kah?&lt;br /&gt;Untuk pengobatan aglaonema yang telah terserang, setelah diketahui penyebabnya jamur atau bakteri, gunakan bakterisida atau fungisida yang bertuliskan SISTEMIK dalam kemasannya. Untuk jenis SISTEMIK ini, memang dibuat untuk membantu proses penyembuhan bukan pencegahan!&lt;br /&gt;Sebelum mengobati agalonema dari serangan penyakit, terlebih dahulu lakukan pembongkaran media dan HARUS diganti dengan yang baru. Pada bagian-bagian yang terserang HARUS dibuang terlebih dahulu, baik itu daun, ataupun akar ataupun bonggol. Setelah itu, cuci bersih semuanya, kemudian rendam bagian akar dan bonggol dengan larutan bakterisida atau fungisida SISTEMIK atau bila perlu rendam semua bagian tanaman selama 15-30menit. Setelah itu, tanam kembali aglaonema setelah direndam dalam media yang bari dan sirami/guyur media dengan larutan bakterisida atau fungisida SISTEMIK. Setelah itu simpan di tempat teduh, tetapi tidak terlalu teduh dan tidak lembab. Setelah 2-3 hari, sering-seringlanh dijemur pagi sampai menjelang siang. Tidak dilakukan penyiraman selama 1 minggu dari hari pertama.&lt;br /&gt;Untuk merek dagang, Bakterisida sekaligus fungisida SISTEMIK dalam satu kemasan diantaranya adalah Bactocyn. Bisa digunakan alternatif pilihan yang tidak membingungkan antara serangan sebab jamur atau bakteri.&lt;br /&gt;Sedangkan untuk hama-hama lain seperti serangga dan lain-lain, gunakan obat tanaman yang bertuliskan KONTAK LAMBUNG LANGSUNG. (tidak dibahas disini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan! Untuk pengguna baode, penggunaan bakterisida ataupun fungisida, HARUS berselang 5 hari dari penggunaan Baode Akar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. Penutup&lt;br /&gt;Demikian tips dari www.fai-kao.com semoga bermanfaat bagi kita semua, segala kritik, saran, tambahan, atau ide yang lebih inovatif, kami terbuka dan silahkan kontak ke &lt;a href="mailto:dedemeki@centrin.net.id"&gt;dedemeki@centrin.net.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Termasuk apabila ada pertanyaan-pertanyaan silahkan.&lt;br /&gt;Uraian terakhir dari kami adalah disini kami menyajikan untuk berbagi informasi untuk kepentingan kalangan sendiri, sehingga sesama penggemat aglaonema, kita bisa tetap semangat dan tidak cepat putus asa dari pengalaman sebelumnya. Semoga informasi ini sangat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Untuk produk selain Baode yang tersebutkan di atas, kami tidak memiliki hubungan apapun dengan produsennya. Apabila terdapat kata-kata yang kurang berkenan atau bahkan tidak bermutu, kami sampaikan mohon ma’af, semoga kritikan dari pembaca yang membangun bisa membantu meningkatkan kualitas penulisan ini. Salam Aglaonema sang Ratu Daun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dede Meki Mekiyanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : &lt;a href="http://www.fai-kao.com/2008/05/25/tips_perawatan_aglaonema_ala_fai_kao_com" target="_blank"&gt;http://www.fai-kao.com/2008/05/25/tips_perawatan_aglaonema_ala_fai_kao_com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1446752041292303553-4399157196145750405?l=asokachinten.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asokachinten.blogspot.com/feeds/4399157196145750405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/perawatan-aglaonema-dari-serangan-jamur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/4399157196145750405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/4399157196145750405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/perawatan-aglaonema-dari-serangan-jamur.html' title='Perawatan Aglaonema dari Serangan Jamur dan Bakteri'/><author><name>asoka chinten</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06583711643994095720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1446752041292303553.post-7122951985407923352</id><published>2009-07-26T22:23:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T22:24:30.327-07:00</updated><title type='text'>Perbanyak Aglaonema Dengan Cara Penggal Pucuk</title><content type='html'>Sosok aglaonema Snow White itu mempesona. Sepuluh daun hijau bertabur bercak putih membuatnya kompak. Namun, dengan pisau tajam, kres... tangan kanan Prapanpong Tangpit memotong batang si putih salju menjadi 2 bagian. Batang yang tumbuh di pot terdiri atas 4 daun; batang terpotong, 6 daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prapanpong Tangpit bukan sedang meluapkan marahnya. Memang begitulah cara dia memperbanyak aglaonema. Di depan rumahnya, di bilangan Khet Thawi Watthana, Bangkok, Thailand, menghampar 3.000 aglaonema. Semuanya diperbanyak dengan pemenggalan pucuk. Dengan teknik potong pucuk, At-sapaannya-menghasilkan minimal 5 anakan per tanaman setahun. Bandingkan dengan cara konvensional, cuma 2-3 anakan per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemotongan pucuk, merangsang induk mengeluarkan tunas baru. 'Dari satu bonggol keluar 2-3 anakan,' ujar At. Selang 5- 6 bulan, anakan aglaonema itu dipisahkan dari induk. Setelah dirawat 1-2 bulan atau keluar akar baru, kerabat anthurium itu siap jual. Itu baru anakan dari bonggol, belum dari batang hasil pemotongan. Potongan pucuk menghasilkan sekitar 2-3 anakan dan dapat dipanen setelah berdaun 5-7 helai. Jadi anakan diperoleh dari 2 tanaman, induk dan pucuk yang dipotong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehat&lt;br /&gt;Karena hasilnya spektakuler, sistem potong pucuk pun ditiru pekebun di Indonesia. Sebut saja Ukay Saputra di Jakarta. Pemilik Anisa Flora nurseri itu mengadopsi teknik itu sejak akhir 2005. Penggal pucuk dapat diterapkan untuk semua jenis aglaonema, tak hanya snow white. Itu yang Trubus saksikan di kebun produksi milik Ukay di Sawangan, Depok. Di lahan 3.000 m2, pria setengah baya itu memenggal heng-heng, legacy, venus, dan pride of sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nun di Sentul, Bogor, Gunawan Widjaja pun melakukan hal sama. Itu terlihat dari puluhan pot di atas rak setinggi 1 m yang sekilas hanya berisi media tanpa tanaman. Begitu didekati, 2-4 tunas berbentuk jarum muncul ke permukaan. Itulah bonggol-bonggol tanaman induk yang telah dipotong pucuknya. Sedangkan pucuk yang telah dipisahkan, diletakkan di bawah rak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar hasil maksimal, pilih aglaonema dewasa terdiri atas 8-10 daun. Kondisinya sehat: daun segar, kokoh, dan daun muda tak mengecil. Tanaman berakar kuat, putih, gemuk, dan tak busuk. Bila syarat itu terpenuhi, lakukan potong pucuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pemenggalan, Ukay dan Gunawan memberikan perlakuan khusus. Ukay membenamkan batang aglaonema lebih dalam di pot. Biasanya, panjang batang sri rejeki yang ditanam hanya 5-7 cm yang terendam media. Sebelum dipotong, panjang batang yang tertutup media jadi 8-10 cm. 'Prinsipnya seperti cangkok, sehingga akar terangsang keluar,' ujarnya. Selain itu, sri rejeki diberi pupuk lambat urai berkomposisi seimbang setiap 3 atau 6 bulan. Penyemprotan hara mikro setiap satu bulan. Untuk mempercepat akar muncul, Ukay memberikan vitamin B1 seminggu sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Gunawan meningkatkan frekuensi pemupukan 2-3 minggu sebelum pemotongan. Biasanya pemupukan setiap satu minggu dengan pupuk seimbang berkonsentrasi 2 cc/l air. Sebelum dipenggal, ditingkatkan jadi 2 kali seminggu dengan konsentrasi sama. Tujuannya, meningkatkan jumlah makanan di akar sebelum dipotong. Ketika pucuk dipenggal, makanan dari akar tak lagi didistribusikan ke daun sehingga memacu keluarnya tunas di batang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potong&lt;br /&gt;Kini saatnya aglaonema dipenggal. Korek media hingga terlihat akar. Sebaiknya pucuk yang akan dipotong memiliki 3 akar untuk mencegah kematian. Potong batang sri rejeki itu dengan menyisakan minimal 1 daun pada tanaman induk. Tujuannya, agar kerabat keladi itu masih bisa berfotosintesis untuk menghasilkan makanan. 'Dengan demikian tunas baru yang muncul berdaun besar,' ujar Gunawan. Pemotongan tanpa membongkar media. Artinya aglaonema tak perlu dikeluarkan dari pot agar tidak stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olesi aglaonema terpotong dengan antiseptik atau obat penutup luka. Gunawan memberikan campuran bahan-bahan yang biasa dipakai untuk menyirih. Seperti campuran pinang, kapur sirih, dan gambir yang dihaluskan. Oleskan obat itu di atas luka. Setelah kering angin-sekitar 5 menit-tanam sri rejeki bagian atas dalam media campuran pasir malang, humus andam, pakis, dan sekam. Perbandingannya, 5 : 2 : 2 : 1. Siram potongan pucuk, sedangkan induk 3 hari kemudian untuk menghindari busuk batang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alternatif lain, rendam pucuk aglonema dalam larutan hormon, bakterisida, dan fungisida selama 0,5 jam seperti dilakukan Ukay. Lalu tanam sri rejeki itu dalam media campuran sekam bakar, cocopeat, pasir malang, dan dolomit dengan perbandingan 70 : 12,5 : 12,5 : 5. 'Dolomit berfungsi untuk menetralisir pH,' kata Ukay. Selanjutnya siram anggota famili Araceae itu dengan air rendaman sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letakkan pucuk aglaonema yang memiliki ketahanan tinggi, seperti snow white dan pride of sumatera, di bawah jaring peneduh 65% sebanyak 2 lapis. Sementara jenis yang agak ringkih, seperti legacy dan venus, taruh di bawah jaring dan plastik UV agar terhindar dari hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merangsang tunas pada bonggol bawah, Ukay menyemprotkan campuran auksin dan sitokinin murni satu minggu sekali. Pemberian cukup 2 kali. Selang 1 bulan, 2-3 tunas muncul dan bisa dipisahkan setelah berdaun 5 helai atau 6 bulan kemudian. Aglonema pun siap jual 1 bulan kemudian. Cepat dan banyak bukan? (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Evy Syriefa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah2 Pemotongan:&lt;br /&gt;1. Siapkan pisau dan alat pengorek&lt;br /&gt;2. Aglonema dalam kondisi sehat terlihat dari akar yang putih dan gendut&lt;br /&gt;3. Korek media untuk melihat akar&lt;br /&gt;4. Potong batang aglaonema dan sisakan minimal satu daun pada bonggol&lt;br /&gt;5. Oleskan obat penutup luka, seperti betadine atau campuran bahan menyirih pada luka pucuk dan induk&lt;br /&gt;6. Tanam pucuk aglaonema di media campuran pasir malang, humus andam, pakis, dan sekam dengan perbandingan 5: 2:2:1&lt;br /&gt;7. Siram aglaonema lalu letakkan di tempat ternaungi&lt;br /&gt;8. Tunas muncul 1 bulan kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip dari majalah TRUBUS 440, dari judul asli: "Demi Anakan, Penggal Leher Ratu")&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1446752041292303553-7122951985407923352?l=asokachinten.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asokachinten.blogspot.com/feeds/7122951985407923352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/perbanyak-aglaonema-dengan-cara-penggal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/7122951985407923352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/7122951985407923352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/perbanyak-aglaonema-dengan-cara-penggal.html' title='Perbanyak Aglaonema Dengan Cara Penggal Pucuk'/><author><name>asoka chinten</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06583711643994095720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1446752041292303553.post-8104769027172715816</id><published>2009-07-26T22:22:00.001-07:00</published><updated>2009-07-26T22:22:55.065-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>CIRI DAN SIFAT TANAMAN ADENIUM</title><content type='html'>Adenium, di Indonesia dikenal sebagai Kamboja Jepang. Nama kamboja jepang sendiri sebenarnya menyesatkan, karena dapat diidentikkan dengan kamboja, yang banyak ditemui di areal pemakaman. Sebenarnya kamboja adalah jenis Plumeria, kerabat jauh dari Adenium. Beberapa perbedaan antara Adenium dengan Plumeria adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adenium berbatang besar dengan bagian bawah menyerupai umbi, namun sosok tanamannya sendiri kecil dengan daun kecil panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plumeria berbatang kecil memanjang tanpa bentuk umbi, dengan sosok tanaman yang besar dan dapat tumbuh tinggi, dengan bentuk daun panjang dan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adenium berasal dari daerah gurun pasir yang kering, dari daratan afrika. Sebutannya disana adalah Mawar Padang Pasir. Karena berasal dari daerah kering, tanaman ini lebih menyukai kondisi media yang kering dibanding terlalu basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akar adenium yang membesar seperti umbi adalah tempat menyimpan air Akar yang membesar ini bila dimunculkan diatas tanah akan membentuk kesan unik seperti bonsai. Sedangkan batangnya lunak tidak berkayu, namun dapat membesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunas-tunas samping dapat tumbuh dari mata tunas pada batang atau bekas daun yang gugur. Mata tunas samping tersebut akan berfungsi (tumbuh) apabila pucuk atas tanaman dipotong. Hal inilah yang dilakukan orang pada saat mempruning, untuk mendapatkan daun baru dan agar bunga yang akan muncul nantinya lebih serempak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun adenium ada berbagai ragam, bentuk lonjong, runcing, kecil dan besar, serta ada yang berbulu halus, ada pula yang tanpa bulu. Sedangkan bunga adenium berbentuk seperti terompet, berkelopak 5, dengan aneka ragam warna sesuai dengan jenis (varietasnya) masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 kelompok adenium, yaitu kelompok species (jenis asli), maupun Varietas (jenis hasil perkawinan dan persilangan yang dilakukan manusia untuk mencari bentuk baru).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Ir Slamet Budiarto&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1446752041292303553-8104769027172715816?l=asokachinten.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asokachinten.blogspot.com/feeds/8104769027172715816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/ciri-dan-sifat-tanaman-adenium.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/8104769027172715816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/8104769027172715816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/ciri-dan-sifat-tanaman-adenium.html' title='CIRI DAN SIFAT TANAMAN ADENIUM'/><author><name>asoka chinten</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06583711643994095720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1446752041292303553.post-2952407969753867570</id><published>2009-07-26T22:21:00.001-07:00</published><updated>2009-07-26T22:21:58.751-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>CARA MENYEMAI BIJI ADENIUM</title><content type='html'>Dengan menggunakan media tanam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Siapkan media penyemaian biji. Bisa berupa pot berdiameter 30 atau 40 cm; atau bisa juga gunakan tray khusus untuk penyemaian.&lt;br /&gt;* Media penyemaian yang bisa digunakan adalah cocopeat (sabut kelapa) yang banyak dijual di toko-toko saprotan, dicampur dengan sekam bakar secukupnya dan pasir malang. Perbandingan 2:2:1.&lt;br /&gt;* Masukkan media semai tsb ke dalam pot atau tray tadi setinggi 3/4-nya.&lt;br /&gt;* Semprot media dengan air menggunakan sprayer.&lt;br /&gt;* Buatlah lubang tanam, bisa menggunakan pensil atau telunjuk, sedalam sekitar 1 cm dengan jarak antar lubang sekitar 1,5 cm.&lt;br /&gt;* Masukkan biji satu per satu ke dalam lubang-lubang tadi.&lt;br /&gt;* Letakkan biji-biji Adenium dengan posisi tidur. Jadi jangan disebar secara acak.&lt;br /&gt;* Tutupi biji dengan media tanam yang sama di atasnya.&lt;br /&gt;* Semprot lagi bagian atas media sampai basah dengan menggunakan sprayer. (Ada beberapa pekebun, yang kemudian menutupi atau pot atau tray dengan plastik agar tetap lembab.)&lt;br /&gt;* Letakkan di tempat teduh, dengan cahaya matahari, dan sirkulasi udara yang baik (berangin).&lt;br /&gt;* Dalam waktu 7-10 hari, biji akan menjelma menjadi kecambah&lt;br /&gt;* Setelah tinggi kecambah mencapai sekitar 5-8 cm, dan punya 3-4 pasang daun, kecambah-kecambah tadi bisa dipindah ke dalam pot tersendiri.&lt;br /&gt;* Kecambah itu sudah siap dijemur secara bertahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;forum.sumsel.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1446752041292303553-2952407969753867570?l=asokachinten.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asokachinten.blogspot.com/feeds/2952407969753867570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/cara-menyemai-biji-adenium.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/2952407969753867570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/2952407969753867570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/cara-menyemai-biji-adenium.html' title='CARA MENYEMAI BIJI ADENIUM'/><author><name>asoka chinten</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06583711643994095720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1446752041292303553.post-5909594347434628132</id><published>2009-07-26T22:20:00.001-07:00</published><updated>2009-07-26T22:20:52.222-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Adenium Arabicum Dwarf</title><content type='html'>Sebelumnya, pastilah masih ada diantara kita yang bingung dengan makna arti kata Arabicum Dwarf, yang mana arti sebenarnya adalah tanaman adenium jenis arabicum yang kuntet, cabang-cabangnya tidak meninggi, sementara caudex (bonggol bawahnya) akan melebar, disertai kerutan-kerutan yang akan menampakkan kesan ketuaan pada si kuntet ini. Hingga dia nampak jadi begitu eksotis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 ciri karaktersitik yang perlu untuk diperhatikan dari bentuk Dwarf atau Bonsai Arabicum adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kulit batang kelihatan sangat berkerut (very wrankle) , warna lebih gelap, dan banyak lipatan-lipatan (many joints). Kulit yang berwarna gelap dengan ukuran seperti gambar di atas bertanda pertumbuhan akan berhenti terutama cabang utamanya (melambat) atau tumbuh pelan akan tetapi caudex menjadi semakin bertambah chubby (gemuk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tetap stabil dengan banyak cabang pendek dalam caudex yang gemuk. Sehingga sangat menarik karena kelihatan klasik dan antik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hal karakter di atas bisa menentukan dan menjadi tolok ukur kualitas dari suatu bentuk Dwarf Arabicum atau Bonsai Arabicum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara ada tiga jenis arabicum hybrid yang dapat menghasilkan bentuk Dwarf Arabicum dengan kualitas yang baik, yakni Petch Na Wang, Lop Bu Ri dan Sing Bu Ri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-Langkah Membuat Dwarf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa langkah dalam membuat Dwarf atau Bonsai di antaranya sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama:&lt;br /&gt;Kita memilih hanya dari biji yang&lt;br /&gt;segar dan sehat dari tiga jenis di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah kedua:&lt;br /&gt;kita musti menggunakan media khusus termasuk pengaturan kadar air dan penyiraman, yang dapat menyuburkan pertumbuhan biji agar tumbuh lebih baik dan lebih cepat dan menghasilkan bentuk terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah ketiga:&lt;br /&gt;Setelah kecambah biji tumbuh dari media khusus antara 2-3 hari, Kita memperhatikan pertumbuhan benih dengan teliti dan mengikuti tahap-tahap pertumbuhan sampai berumur 6 bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah keempat:&lt;br /&gt;Bentuk terbaik adalah berbentuk seperti crown (mahkota) dengan caudex yang gemuk dan pastikan kulit cabang hijau. Cabang hijau berarti seedling dapat tumbuh besar dan besar. Beberapa mungkin dapat tergoncang saat tumbuh, sebelum benar-benar sehat yang akhirnya dapat kehilangan bentuk bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 6 bulan bentuk Dwarf akan menjadi semakin stabil. Sekarang tinggal memutuskan apakah akan dijadikan bentuk besar atau bonsai (dwarf) yang akan mempengaruhi langkah pertumbuhannya nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agrobis, edisi 716, februari 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1446752041292303553-5909594347434628132?l=asokachinten.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asokachinten.blogspot.com/feeds/5909594347434628132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/adenium-arabicum-dwarf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/5909594347434628132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/5909594347434628132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/adenium-arabicum-dwarf.html' title='Adenium Arabicum Dwarf'/><author><name>asoka chinten</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06583711643994095720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1446752041292303553.post-7245753146125610868</id><published>2009-07-26T22:19:00.001-07:00</published><updated>2009-07-26T22:19:39.539-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Merawat dan membungakan Adenium dan Euphorbia'/><title type='text'>Merawat dan membungakan Adenium dan Euphorbia</title><content type='html'>Agar Adenium dan Euphorbia mudah berbunga, perlu dilakukan perawatan meliputi penyiraman, pemupukan, pemangkasan, Penggantian pot dan media tanam, serta pengendalian hama dan penyakit secara terpadu. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media Tanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media tanam berfungsi untuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat tumbuhnya akar tanaman&lt;br /&gt;Penopang tanaman agar tumbuh dengan baik&lt;br /&gt;Penyedia air dan pupuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media tanam yang baik harus memiliki persyaratan-persyaratan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mengandung bibit hama dan penyakit dan bebas gulma.&lt;br /&gt;Mampu menampung air, tetapi juga mampu membuang/mengalirkan kelebihan air.&lt;br /&gt;Remah dan porous, sehingga akar bisa tumbuh dan berkembang menembus media tanam dengan mudah.&lt;br /&gt;Derajat keasaman (pH) antara 6,0 sampai 6,5&lt;br /&gt;EC media maksimal 0,5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman adenium maupun euphorbia lebih menyukai media yang kering serta mampu membuang kelebihan air secara cepat. Oleh karena itu, di PT Godong Ijo Asri, media tanaman adenium maupun euphorbia menggunakan campuran dari serbuk sabut kelapa, sekam bakar, kerikil zeolit, serta pasir. Semua jenis media tanam tersebut diatas sebelum digunakan sudah melalui proses sterilisasi untuk mematikan benih penyakit serta benih rumput. Sedangkan tanah tidak digunakan karena tanah di Indonesia rata-rata kurang porous, banyak mengandung benih rumput maupun penyakit, serta kurang mampu mengalirkan kelebihan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan dan kelebihan masing-masing bahan media tanam yang biasa digunakan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekam bakar. Sekam bakar berasal dari sekam padi yang disangrai sampai hitam tetapi bentuknya masih utuh dan tidak sampai menjadi abu. Dengan disangrai ini, sekam menjadi arang sekaligus disterilkan, karena dengan suhu yang tinggi itu benih penyakit maupun benih padi yang tersisa akan mati. Arang sekam adalah media yang porous, tetapi kurang mampu menampung air. Oleh karena itu dalam penggunaannya, dicampur dengan media lain yang mampu menampung air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serbuk sabut kelapa (coco peat). Coco peat berasal dari sabut kelapa yang sudah dipisahkan dari seratnya, dan telah direbus untuk menghilangkan zat tanin (zat yang dapat mematian tanaman). Dengan perebusan, berarti juga sterilisasi untuk menghilangkan benih-benih penyakit yang mungkin ada didalamnya. Coco peat ini dapat menyimpan air yang banyak, sehingga apabila digunakan harus dicampur media lain agar kelebihan air tersebut dapat dibuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasir. Pasir yang digunakan untuk media tanam adalah pasir sungai&amp;amp;amp;nbsp; yang sudah disaring sehingga tidak ada kotoran berupa tanah, kemudian direbus untuk sterilisasi. Pasir pantai tidak dapat digunakan karena ada garam didalamnya. Dalam penggunaannya, pasir biasanya dicampur dengan media yang lain, karena pasir tidak mampu mengikat air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu kerikil Zeolit. Batu zeolit berwarna hijau muda, adalah batuan yang mampu menampung pupuk yang disiramkan kepadanya, dan dapat juga mengurangi unsur kimia yang bersifat racun bagi tanaman. Batu zeolit dalam penggunaannya sebagai media tanam dipecah terlebih dahulu menjadi kerikil, agar ukurannya sesuai untuk media tanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Styrofoam. Styrofoam atau busa putih, dipakai menjadi bagian media tanam hanyalah agar media tanam tidak terlalu padat. Dalam penggunaannya, stirofoam dipotong atau diiris sebesar dadu, dan ditempatkan didasar pot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa semua media tanam diatas, adalah limbah. Sekam adalah limbah dari padi, serbuk sabut kelapa adalah limbah dari industri pembuatan serat sabut kelapa (industri jok, keset dll), Pasir sungai yang dipakai adalah pasir yang kasar (sisa pembangunan perumahan), sedangkan kerikil zeolit adalah limbah dari batuan zeolit yang diproses untuk elemen tembok rumah. Media tanam tersebut juga adalah media yang dapat ditemukan dalam jumlah yang cukup besar, sehingga dapat digunakan untuk mensuplai pertanian dalam skala massal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jenis media lain yang dapat digunakan oleh para hobiis adalah sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakis (pakis dicincang dahulu sebelum dipakai),&lt;br /&gt;Spagnum moss,&lt;br /&gt;arang kayu, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, media-media tersebut sulit dijumpai dalam jumlah banyak, sehingga jarang digunakan untuk penanaman sekala perkebunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa berbagai macam media tanam yang digunakan diatas tidak mengandung unsur pupuk sama sekali. Bedakan dengan pupuk kandang atau kompos yang sudah mengandung pupuk, tetapi kurang memiliki persyaratan-persyaratan sebagai media tanam yang baik untuk euphorbia maupun adenium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dikutip dari : godongijo)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1446752041292303553-7245753146125610868?l=asokachinten.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asokachinten.blogspot.com/feeds/7245753146125610868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/merawat-dan-membungakan-adenium-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/7245753146125610868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/7245753146125610868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/merawat-dan-membungakan-adenium-dan.html' title='Merawat dan membungakan Adenium dan Euphorbia'/><author><name>asoka chinten</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06583711643994095720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1446752041292303553.post-2312727048206423582</id><published>2009-07-26T22:14:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T22:16:06.075-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>KULTUR JARINGAN AGLAONEMA</title><content type='html'>Sejak lama aglaonema telah dicoba diperbanyak lewat kultur jaringan. Namun baru kali ini menunjukkan hasil. ADALAH MONFORY NUSANTARA YANG BERHASIL. MELALUI METODE ORGANOGENIS, menggunakan batang bermata tunas. Total ada sekitar 15 hibrida aglaonema yang menunjukkan performa bagus di laboratorium dan nursery milik Monfory di Bogor, Jawa Barat. "Sejak lebih kurang dua tahun lalu kami melakukan percobaan pada 30 hibrida dan belakangan kami tambah 12 hibrida," ungkap Suzy Ratnawati Madjid, Plant Manajer Monfory Nusantara. Hasil kuljar sudah masuk ke divisi nursery untuk diadaptasi dan dibesarkan sampai siap dipasarkan. Antara lain, Lady valentine, Cochin tembaga, Red fire, Lipstik flamingo, dan Madonna. Silangan Gregory Hambali macam Madame Suroyo, Adelia, dan Siti Nurbaya juga sudah mulai diproduksi. "Sekarang kami sudah bisa menghasilkan total 2.000 anakan silangan aglaonema perbulan. Tetapi angka tersebut akan terns meningkat," lanjut Suzy.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Teknik tissue culture pada tanaman berjuluk ratu daun ini serupa dengan prosedur kuljar (kultur jaringan) tanaman hias lain. Namun aglaonema punya siklus kuljar yang lebih lama. "Kalau caladium dan alokasia hanya butuh waktu 4 minggu sampai eksplan tumbuh dan siap dipotong kembali. Tetapi aglaonema butuh waktu sampai 5-6 minggu," terang Suzy. Tahap ini biasa disebut  subkultur melalui stek mikro. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun persoalan utama dalam proses kuljar aglaonema adalah sterilisasi eksplan. Kalau eksplan terkontaminasi, tak bakal bisa tumbuh. Setup tanaman menyimpan bakteri endogen yang bisa jadi berbeda. "Kami melakukan banyak trial £t error sampai menemukan teknik sterilisasi khusus dan berhasil. Bahan untuk sterilisasi persis seperti yang kami pakai untuk tanaman hias lain,"  lanjut Susy.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah proses sterilisasi berhasil, tinggal mencoba-coba ramuan media dan hormon paling pas supaya pertumbuhannya maksimal. Monfory menggunakan media kuljar padat berbahan dasar media MS. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Tapi dengan beberapa modifikasi dan penambahan ramuan hormon tertentu. Teknik pemotongan eksplan juga berbeda," lanjutnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;KULJAR HEMAT&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kultur jaringan skala rumahan untuk tanaman bernama lokal Sri rejeki ini sudah dicoba. Seperti &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;yang dilakukan oleh Novi Syatria di Klender, Jakarta Timur. Namun belum seratus persen berhasil, permasalahan sterilisasi masih jadi kendala. "Eksplan sudah kelihatan tumbuh tetapi masih terkontaminasi bakteri. Saya sedang mencoba dengan tambahan formula anti bakteri yang hasilnya bagus pada tanaman lain," ungkap down Universitas Bengkulu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Novi melakukan sterilisasi eksplan sebelum ditanam. Potongan batang bermata tunas dicuci dengan air mengalir dan deterjen. Kemudian di-shaker dalam larutan fungisida dan dibilas dengan air stern. Dilanjutkan direndam larutan fungisida, dibilas air stern sampai bersih. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketiga langkah itu dilakukan masingmasing 30 menu Terakhir direndam dalam larutan alkohol 70% sambil digoyang dan dibilas 5 kali dengan air. Proses kultur jaringan, menurut Novi, bisa dilakukan dalam skala rumah tangga. Bisa menggunakan &lt;/div&gt;&lt;div&gt;peralatan yang terjangkau. Semisal Laminar air flow, semacam kotak stern, bisa diganti dengan incase yang bisa dipesan pada tukang kaca. Autoclaf bisa diganti dengan panci presto, asalkan suhunya bisa melebihi 100 °C. Penggunaan mediaa padat tak perlu mesin shaker. Kalau menggunakan media beli jadi, tak perlu timbangan dan alat ukur. Perlengkapan botol juga bisa diganti. Namun perlu ruang sejuk untuk menyimpan kultur yang sudah diisolasi. Bagi pemula  bisa memanfaatkan kamar ber-AC.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Proses kerja dasar bisa dipelajari hanya dalam satu hari, selebihnya lewat praktik langsung,"  lanjut Novi yang acap memberikan pelatihan kuljar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nah, Anda pun bisa mencobanya. ~&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="Apple-style-span"&gt;TAHAPAN KULJAR&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Media masak masuk botol, dimasukkan ke autoclaf selama 1 jam. Pastikan steril sampai 3 hari.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Alat yang hendak digunakan disterilisasi dulu dalam autoclaf. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. Sterilisasi alat, kalau menggunakan laminar, letakkan dalam laminar tertutup dan lampu UV &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;menyala sejam.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;4. Laminar dibuka, blower dan lampu nyala, semprot alkohol 70%.'&lt;/div&gt;&lt;div&gt;5. Bahan dan alat disemprot alkohol.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;6. Memotong bahan eksplan dari induk yang sehat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;7. Sterilisasi dan pemotongan eksplan diluar dan di dalam alat kerja (laminar atau in case).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;8. Eksplan ditanam, gunakan pinset yang telah dibakar api bunsan dan dicelup air steril. Mulut &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;botol juga dibakar api bunsan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;9. Botol diletakkan di ruangan steril bersuhu sejuk sampai siap dimultifikasi lewat jalan stek &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;mikro.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="Apple-style-span"&gt;Silangan Lokal Menggembirakan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kebanyakan aglaonema yang sukses dikembangbiakkan lewat semacam teknologi clone di Monfory adalah hibrida hash persilangan Thailand. Sementara aglaonema silangan Gregory Hambali di Bogor, belum optimal. "Barangkali dipengaruhi bahan silangan, silangan Thailand keturunan cochin punya rugs lebih panjang pertanda pertumbuhannya cepat. Berbeda dengan keturunan rotundum yang beruas pendek," ungkap Lewi Pohar Cuaca, manajer marketing Monfory Nusantara. "Kuljar menggunakan ramuan media dan formula yang sama, pertumbuhan aglaonema lokal masih belum secepat silangan Thailand," tambah Suzy. Diperlukan ramuan hormon khusus. Sampai saat ini, &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Monfory telah membuat 28 ramuan media untuk menginisiasi 12 spesies tanaman.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;TEKS: RUDI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;FOTO: ROHEDI/RUDI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Discan dan diedit oleh Sabina dari majalah Flona Edisi 65/V Juli 2008&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1446752041292303553-2312727048206423582?l=asokachinten.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asokachinten.blogspot.com/feeds/2312727048206423582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/kultur-jaringan-aglaonema.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/2312727048206423582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/2312727048206423582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/kultur-jaringan-aglaonema.html' title='KULTUR JARINGAN AGLAONEMA'/><author><name>asoka chinten</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06583711643994095720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1446752041292303553.post-3691288025891972436</id><published>2009-07-26T22:12:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T22:13:31.246-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Tips Perbanyak Aglaonema</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Ada banyak teknik bagaimana caranya memperbanyak dan menghasilkan Aglaonema unggulan.  Berikut ini adalah &lt;/span&gt;&lt;span style="border-collapse: separate; color: rgb(0, 0, 0); font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;" class="Apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Arial; font-size: 12px; line-height: 18px;" class="Apple-style-span"&gt;teknik yang digunakan Handry Chuhairy pemilik Han Garden di Flora Alam Sutra Tangerang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; dalam memperbanyak aglaonema dalam waktu singkat yaitu dengan cara cangkok dengan menggunakan pot plastik bibit anggrek / gelas eks air minum dalam kemasan seperti Aqua/2 Tang dll.  Inilah tahapan-tahapan pencangkokannya:&lt;/span&gt;  &lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Tanaman yang akan dicangkok harus sehat, bebas hama dan penyakit. Batang aglaonema sudah tinggi dari permukaan media. (Tinggi batang aglaonema tersebut yang menentukan banyaknya jumlah cangkokan).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Siapkan pot plastik bibit anggrek / gelas eks air minum dalam kemasan. Untuk pot plastik bibit anggrek potong vertikal dengan memakai cutter sedangkan gelas eks air minum dalam kemasan harus dibuat lubang bagian bawahnya dan kemudian potong vertikal dengan memakai cutter, untuk bagian atasnya dipotong dengan gunting.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Batang aglaonema yang akan dicangkok, apabila masih ada daunnya maka daun tersebut dibuang kemudian kuret batang tersebut sekitar 1 cm dan diolesi dengan hormon perangsang akar. Pot plastik yang dipotong vertikal disatukan dengan memakai stapler.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Isi pot plastik tersebut dengan media sekam bakar yang telah disiram. Perawatan tanaman yang telah dicangkok sama saja sebelum dicangkok. Penyiraman dilakukan 2-3 hari sekali dan 2 kali seminggu disiram dengan vitamin B1.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;2 bulan kemudian akar akan tumbuh dan terlihat dari balik pot plastik. Saat itulah cangkokan dapat dipisahkan dari induk. (Apabila dalam 1 batang aglaonema terdapat 2/3 cangkokan, pastikan cangkokan teratas harus sudah ditumbuhi akar sehingga dapat langsung dipisahkan masing-masing, jika belum maka mulai dari bagian bawah secara bertahap).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pisahkan setiap cangkokan yang telah tumbuh akar dengan pisau tajam dan steril memotong batang persis dibagian bawah pot plastik tersebut. Kemudian sebelum ditanam, batang yang dipotong pada bagian bawah diolesi fungisida (dithane 45). Tanaman cangkokan tersebut dengan media tanam terdiri dari sekam bakar, pasir malang, kapur dolomite secukupnya dengan perbandingan 3 : 1. Siram tanaman cangkokan dengan vitamin B1.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Selanjutnya cangkokan      tersebut perawatannya seperti tanaman yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Bonggol induk pada bagian atas diolesi salep hormon tumbuh sitokinin dan auksin yang sudah umum dipakai pada anggrek “KEIKI”. (Sitokinin berfungsi merangsang pembelahan sel didaerah tunas samping (lateral) sedangkan auksin berperan dalam pembelahan sel ujung tunas (apical bulb). Pada umumnya 1-2 bulan muncul 3-4 anakan. Anakan baru dipisahkan biasanya setelah berdaun 4-5 lembar daun.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;a href="http://klikhangarden.com/2009/06/11/tips-perbanyak-aglaonema/" target="_blank" title="Perbanyakan Aglaonema"&gt;http://klikhangarden.com/2009/06/11/tips-perbanyak-aglaonema/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1446752041292303553-3691288025891972436?l=asokachinten.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asokachinten.blogspot.com/feeds/3691288025891972436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/tips-perbanyak-aglaonema.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/3691288025891972436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/3691288025891972436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/tips-perbanyak-aglaonema.html' title='Tips Perbanyak Aglaonema'/><author><name>asoka chinten</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06583711643994095720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1446752041292303553.post-8586420080943481233</id><published>2009-07-26T21:49:00.000-07:00</published><updated>2009-07-26T21:50:55.125-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Merawat Tanaman: Indoor dan Outdoor Saat Penghujan</title><content type='html'>Tanaman indoor dan outdoor jangan dibiarkan saat penghujan tiba karena akibatnya bisa fatal Iho. Ada kok perlakuan khusus bagi keduanya.Penghujan merupakan musim yang patut diwaspadai bagi hobis tanaman indoor maupun outdoor. Mengapa? Sebab musim hujan bisa membikin tanaman bisa cepat mati. Hal ini disebabkan kondisi lembab yang ditimbulkan musim hujan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas kelembaban mikro di sekitar tanaman makin meninggi. Akibatnya tanaman rentan ditumbuhi jamur dan bakteri. Bagaimana cara merawat tanaman ini selama musim penghujan?&lt;br /&gt;Selama musim hujan, tanaman harus sering dipangkasi. Pemangkasan daun ini berfungsi untuk mengurangi kelembaban maikro di dalam tanaman. Seperti apa daun yang perlu dipangkas? Daun yang wajib dipangkas adalah yang jadi penyebab kelembaban berlebih di sekitar batang tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan jenis tabulampot yang berdaun lebat wajib mengalami proses pemangkasan. Daun yang dipangkas adalah daun muda atau susu yang tumbuh mengarah ke dalam batang tanaman. Orang Jawa lazim menyebutnya dengan istilah tunas wiwilan. Karena jadi penyebab kelembaban tinggi pada tanaman, tunas ini sebaiknya dipotong saja. Tunas ini pun dalam tanaman jarang kebagian sinar matahari. Sehingga proses berganti dengan cepat. Apalagi kalau hujannya tidak rutin. Nah, fungsi Dolomit adalah menyetabilkan pH tanah sehingga akar tanaman tetap mudah menyerap hara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian Dolomit ini cukup mudah. Untuk tanaman yang berada di dalam pot berdiameter 40 s/d 50 cm, pemberian Dolomit cukup 5 sendok makan dengan cara ditebar di sekitar permukaan tanah. Paling cocok ditebar saat awal-awal musim hujan. Dengan Dolomit, daun tanaman terhindar dari pembusukan. Pembusukan daun ditandai dengan warna menguning lalu coklat kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media ini memiliki kelebihan mampu menahan air dan pH-nya tidak gampang turun.&lt;br /&gt;Saat hujan itu, media perlu dikurangi sedikit saja. Contoh kasus pada pot anggrek. Bila mengunakan media arang, maka jumlah arangnya harus dikurangi saat penghujan. Bila akar anggrek belum membelit arang, sebaiknya diambil arang tersebut. Hal ini untuk menghindari pembusukan pada akar dan batang anggrek. Baru saat musim kemarau, arang bisa ditambahi lagi. Inilah perbedaan perawatan musim hujan antara tanaman indoor yang bermedia bukan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tip ketiga adalah memberikan pupuk NPK. Pupuk ini cukup mudah pemakaiannya. Caranya dipendam di dalam media tanam sejauh 15 cm dari batang tanaman. Saat terkena air hujan, pupuk ini akan larut dengan sendirinya di dalam tanah. Jika pemberian dilakukan saat kemarou, maka pupuk ini horus dilarutkon dolam air dulu, lalu disiramkan di sekitar akar.&lt;br /&gt;Tip keempat adalah penyemprolan fungisida. Penyemprotan fungisida ini bisa dicampur dengan insektisida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindarkan penyemprolan yang sia-sia, lihat kondisi cuaca terlebih dahulu. Bila hari ini hujan dan besok tidak, mako besok paling baik menyemprotkan kedua bahan tadi. Atau bila pagi hari ini cerah, maka bahan tersebut bisa disemprotkan. Obat ini akan mengering dan melapisi tanaman dalam waktu 2-3 jam setelah semprot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyemprotan paling bagus dilakukan seminggu 2 kali. Efektif penyemprotan dilakukan pagi dan sore. Pagi antara pukul 06.00 s/d 08.00. Karena saat pagi hari stomata terbuka lebar dan serangga lagi aktif menyerang sehingga tepat pada sasaran. Usahakan menggunakan spray kecil dan semprot pada permukaan daun bagian bawah karena merupakan tempat sarang hama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tip kelima adalah melakukan penggemburan dan penyiangan pada tanah. Tanaman outdoor yang memakai media tanah harus digemburkan. Hal ini berfungsi untuk memperbaiki sifat fisik tanah terutama memperbaiki porositasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tip keenam adalah menempatkan pot tersebut lebih tinggi dari tanah. Fungsinya agar terhindar dari genangan air. Beberapa kota atau lahan di rumah Anda, pastinya akan terkena banjir atau tergenang air sebagian. Pot yang tergenang akan membuat tanah selalu lembab, hal ini fatal untuk akar karena bisa membusuk. Cara paling mudah adalah menempatkan pot pada pilar atau rak. (agrobis)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1446752041292303553-8586420080943481233?l=asokachinten.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asokachinten.blogspot.com/feeds/8586420080943481233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/merawat-tanaman-indoor-dan-outdoor-saat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/8586420080943481233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/8586420080943481233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2009/07/merawat-tanaman-indoor-dan-outdoor-saat.html' title='Merawat Tanaman: Indoor dan Outdoor Saat Penghujan'/><author><name>asoka chinten</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06583711643994095720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1446752041292303553.post-8922039796469812704</id><published>2008-12-18T01:37:00.000-08:00</published><updated>2009-11-07T07:26:55.678-08:00</updated><title type='text'>Profile</title><content type='html'>Asoka Chinten adalah sebuah usaha yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa tanaman hias. Kami menjual berbagai macam tanaman hias, menerima maintenance atau perawatan taman dan dan rental tanaman untuk kantor dan gedung. Kami juga menerima pembuatan taman dan dekorasi untuk acara pertemuan dan pameran. untuk keterangan lebih lanjut silahkan hubungi Bpk. Musyaffa di no 08159428788 atau Bpk. Bobi 058691967009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1446752041292303553-8922039796469812704?l=asokachinten.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://asokachinten.blogspot.com/feeds/8922039796469812704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2008/12/profile.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/8922039796469812704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1446752041292303553/posts/default/8922039796469812704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://asokachinten.blogspot.com/2008/12/profile.html' title='Profile'/><author><name>asoka chinten</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06583711643994095720</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
